![]() |
Pengguna mungkin tidak perlu menggunakan power bank di masa mendatang. Foto: Engadget . |
Power bank portabel, yang dulunya merupakan solusi umum bagi pengguna ponsel pintar, kini terancam menghilang dari kebiasaan konsumen. Alasannya bukan karena biaya sewa atau kemudahan; melainkan berasal langsung dari perubahan pesat dalam industri manufaktur telepon seluler itu sendiri.
Oleh karena itu, ponsel dapat sepenuhnya menggantikan power bank tradisional. Bahkan, banyak model smartphone domestik di Tiongkok sekarang dilengkapi dengan kapasitas baterai yang jauh lebih besar daripada sebelumnya, umumnya mencapai 9.000 mAh, dan bahkan mendekati atau melebihi 10.000 mAh.
Para pengamat percaya bahwa hanya pengguna iPhone, dengan kapasitas baterai yang terbatas, yang merupakan kelompok pelanggan yang menopang pendapatan pasar power bank portabel. Namun, bahkan kelompok pengguna akhir ini secara bertahap "direbut kembali" oleh produsen ponsel domestik melalui perangkat keras baterai dan teknologi pengisian daya.
Salah satu contoh yang menonjol adalah Honor Power 2 yang baru saja diperkenalkan, yang memiliki baterai berkapasitas besar 10.080 mAh. Selain kapasitas baterainya yang besar, perangkat ini juga mendukung pengisian daya balik berkabel dengan daya keluaran hingga 27 W, angka yang biasanya hanya ditemukan pada power bank khusus.
Menurut pabrikan, Honor Power 2 dapat mengisi daya iPhone hingga hampir 50% baterai hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Melihat kapasitas dan kecepatannya, model ini bahkan melampaui banyak power bank murah yang saat ini ada di pasaran.
![]() |
Honor Power 2 dapat mengisi daya iPhone hingga 50% dalam 30 menit. Foto: GSMArena . |
Tidak hanya Honor, tetapi OnePlus juga secara resmi memperkenalkan seri Turbo 6 terbarunya, yang mendukung pengisian daya balik berkabel dengan daya maksimum 27W. Dalam kondisi serupa, perangkat ini dapat mengisi daya iPhone hingga sekitar 45% baterai dalam setengah jam. Selain ponsel, fungsi ini juga dapat digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik kecil lainnya seperti sikat gigi elektrik, kunci pintu pintar, jam tangan, atau headphone nirkabel.
Sebelumnya, teknologi pengisian daya balik berkabel dianggap sebagai fitur yang "berlebihan". Alasannya terletak pada keterbatasan perangkat keras, karena baterai ponsel biasanya hanya berkisar antara 5.000-6.000 mAh, sehingga tidak praktis untuk berbagi daya dengan perangkat lain.
Namun, lanskap saat ini telah berubah. Dengan kapasitas baterai mencapai 10.000 mAh dan kemampuan pengisian daya balik yang terus meningkat, ponsel pintar mulai menyerupai power bank terintegrasi. Pergeseran ini telah mengubah pengalaman pengguna dan menghadirkan tantangan nyata bagi industri manufaktur power bank dalam waktu dekat.
Sumber: https://znews.vn/sac-du-phong-sap-bien-mat-post1617178.html









Komentar (0)