Itulah pesan yang disebarkan selama Hari Budaya Buku dan Membaca 2024 di Thanh Hoa , dengan keinginan untuk menyebarkan nilai buku kepada para pembaca. Karena buku adalah gudang pengetahuan manusia, kunci kesuksesan bagi setiap individu. Oleh karena itu, buku-buku yang baik perlu "ditanam" dalam diri setiap orang setiap hari agar setiap orang dapat secara bertahap meningkatkan dan mengembangkan karakter dan kecerdasannya.
Para siswa di distrik Nong Cong berpartisipasi dalam festival membaca buku.
Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa buku adalah intisari dan kebijaksanaan umat manusia. Setiap halaman buku membuka cakrawala baru bagi pembaca. Membaca adalah kebutuhan yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Melalui membaca dan mengembangkan keterampilan membaca, setiap individu membangun fondasi pengetahuan untuk memecahkan masalah yang muncul dalam kehidupan dengan sebaik-baiknya. Namun, di era digital , buku dan membaca secara bertahap telah tergeser oleh budaya visual dan auditori. Kita dengan mudah melihat banyak orang memegang ponsel pintar dan menjelajahi internet daripada membaca koran atau buku...
Untuk memastikan bahwa buku bukan hanya sekadar lembaran kertas, tetapi benar-benar menjadi aset yang tak ternilai bagi setiap individu dan komunitas, pada tanggal 24 Februari 2014, Perdana Menteri menandatangani Keputusan No. 284/QD-TTg yang menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Buku Vietnam untuk mendorong dan mengembangkan gerakan membaca di masyarakat. Selanjutnya, pada tanggal 4 November 2021, Perdana Menteri mengeluarkan Keputusan No. 1862/QD-TTg tentang penyelenggaraan Hari Buku dan Budaya Membaca Vietnam, yang menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Buku dan Budaya Membaca Vietnam. Sebelumnya, pada tanggal 15 Maret 2017, Perdana Menteri menandatangani Keputusan No. 329/QD-TTg yang menyetujui Proyek “Mendorong pengembangan kebutuhan budaya membaca di masyarakat hingga tahun 2020, dengan visi hingga tahun 2030”. Tindakan-tindakan ini semakin menegaskan peran penting dan signifikansi besar buku dan budaya membaca bagi setiap warga negara.
Selain menegaskan dan menghargai nilai buku, manfaat teknologi digital tidak dapat disangkal. Oleh karena itu, menghubungkan transformasi digital dengan buku dan budaya membaca sangat diperlukan dan secara bertahap mendapatkan perhatian. Contoh utamanya adalah perpustakaan keliling yang dilengkapi dengan buku dan surat kabar untuk melayani pembaca dalam format membaca tradisional, dan komputer yang terhubung ke internet untuk melayani pembaca di ruang daring, yang dibawa ke berbagai daerah. Seiring dengan itu, penerbitan secara bertahap bergeser ke dua bentuk: buku tradisional dan buku elektronik. Namun, agar buku daring dapat menarik pembaca dan tidak mengalahkan buku tradisional, perlu untuk menghubungkan kedua bentuk penerbitan tersebut dan membuat keduanya berinteraksi dan saling melengkapi.
Untuk menjadikan buku sebagai teman bagi semua orang dan menumbuhkan kebiasaan serta budaya membaca, selain inovasi dalam buku itu sendiri, perlu ada inovasi dalam pengorganisasian dan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan buku dan budaya membaca untuk mengubah persepsi dan tindakan masyarakat mengenai manfaat membaca. Selama bertahun-tahun, untuk mendekatkan buku kepada pembaca, Perpustakaan Provinsi dan sistem perpustakaan lokal secara rutin menyelenggarakan kegiatan dan layanan promosi bagi pembaca melalui festival membaca buku dan acara budaya serta politik lokal. Kegiatan membaca tidak terbatas pada ruang perpustakaan tetapi juga diadakan di ruang terbuka, seperti halaman sekolah dan lapangan pusat kebudayaan, dengan dekorasi yang ramah bagi pembaca dan lingkungan. Melalui kegiatan promosi ini, pustakawan ingin masyarakat, terutama kaum muda, memahami pentingnya buku, khususnya buku-buku yang berharga, dan bahwa tidak membacanya akan menyebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan diri dan kesuksesan.
Pada saat yang sama, Perpustakaan Provinsi telah mengintensifkan penelitian dan mengumpulkan materi tambahan untuk memenuhi kebutuhan membaca masyarakat; membangun banyak model dan gerakan untuk membaca buku dan surat kabar di tingkat akar rumput; secara aktif menyebarluaskan buku dan surat kabar ke sekolah-sekolah, lingkungan setempat, penjara, dll. Selain itu, perpustakaan telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah dan lingkungan setempat untuk membangun sistem perpustakaan akar rumput dan menyelenggarakan kegiatan untuk melayani pembaca.
Sebagai respons terhadap Hari Budaya Buku dan Membaca Vietnam 2024, Perpustakaan Provinsi bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah untuk menyelenggarakan festival membaca buku, diskusi buku, dan donasi buku dengan tujuan menyebarkan pesan "Buku yang baik membutuhkan pembaca." Hal ini menegaskan posisi, peran, dan pentingnya buku dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, mengembangkan pemikiran, pendidikan, dan pembentukan karakter. Secara bersamaan, hal ini mendorong dan mengembangkan gerakan membaca di masyarakat, menumbuhkan kebiasaan membaca di keluarga, sekolah, instansi, dan organisasi, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat pembelajar.
Membangun budaya membaca adalah tugas mendesak dan jangka panjang yang memiliki makna mendalam bagi kemajuan negara. Ini bukan hanya tanggung jawab pustakawan, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Kami percaya bahwa, melalui kegiatan Hari Buku dan Budaya Membaca Vietnam 2024, buku dan budaya membaca akan berkembang lebih luas di masyarakat.
Teks dan foto: Thùy Linh
Sumber






Komentar (0)