Efisiensi operasional sistem penjepit buatan sendiri.
Selama musim panen baru-baru ini, kami berkesempatan mengunjungi sawah di desa Tan Sinh Tay, komune Cam Lam, provinsi Khanh Hoa , dan menyaksikan sistem bongkar muat produk pertanian bergerak beroperasi terus menerus dengan efisiensi tinggi. Di tengah kesibukan musim panen, mesin tersebut melakukan serangkaian operasi—mengangkat, menurunkan, memutar, dan menempatkan karung-karung beras ke atas trailer di belakangnya—dengan akurat dan rapi di sawah yang tidak rata dan berlumpur.

Dua pemuda di Cam Lam menciptakan mesin pemanen padi untuk membantu petani mengurangi beban kerja mereka. Foto: Engineer.
Kemunculan alat ini telah sepenuhnya mengubah metode bongkar muat manual tradisional, yang dulunya memakan banyak waktu dan tenaga bagi masyarakat setempat. Melalui penelitian praktis, ditemukan bahwa mesin unik ini merupakan hasil penemuan bersama dan peningkatan teknis oleh Nguyen Huu Nhat (lahir tahun 1996), seorang lulusan survei tanah, dan saudaranya, Nguyen Huu Thong, seorang insinyur mesin setempat, berdasarkan kebutuhan praktis keluarga mereka.
Alat pengangkut padi serbaguna ini dirancang untuk dipasang secara permanen pada sistem pengangkat hidrolik di bagian belakang traktor 61 tenaga kuda yang sudah ada, dikombinasikan dengan trailer yang ditarik di belakangnya. Dari segi pengoperasian, sistem ini menggunakan derek putar dan sistem penjepit mekanis fleksibel yang dikendalikan oleh tekanan hidrolik.
Selama pengoperasian, para pekerja di lapangan memposisikan penjepit untuk mencengkeram karung-karung beras. Sistem derek kemudian mengangkat karung-karung dari lapangan, memutarnya secara horizontal, dan menumpuknya dengan rapi dalam lapisan-lapisan yang kokoh di atas trailer. Operasi ini membutuhkan koordinasi yang sempurna antara pengemudi traktor yang mengendalikan sistem derek dan pekerja yang memantau lapangan dengan cermat, memastikan pengoperasian yang stabil di semua jenis medan lapangan yang kompleks setelah panen.

Pengoperasian mesin ini membutuhkan koordinasi yang sempurna antara pengemudi traktor yang mengendalikan sistem pengangkat derek belakang dan orang yang memantau langsung di lapangan. Foto: Insinyur.
Menjelaskan alasan mereka menciptakan alat tersebut, para penemu muda menjelaskan bahwa tekanan terbesar yang dihadapi petani saat ini terutama berfokus pada pemuatan dan pengangkutan hasil pertanian setelah panen. Rata-rata, untuk setiap hektar sawah dengan hasil panen tinggi, petani harus mengerahkan tenaga kerja untuk membawa lebih dari 130 karung beras secara manual. Pekerjaan ini membutuhkan daya tahan fisik yang luar biasa karena para pekerja harus terus menerus menumpuk karung-karung beras yang berat di atas ketinggian kepala di bawah kondisi cuaca yang sangat panas.
Sementara itu, tenaga kerja musiman lokal semakin langka dan mahal, yang menyebabkan seringnya gangguan dalam pengangkutan produk pertanian dari ladang ke tempat pengeringan. Kekhawatiran tentang kesulitan yang dihadapi keluarga dan tetangga mereka memotivasi kedua pemuda itu untuk meneliti dan mengembangkan solusi mekanisasi ini.
Penggunaan sistem penjepit buatan sendiri yang dipadukan dengan trailer telah terbukti sangat efektif, mencapai kapasitas muat hingga 400 karung beras per hari. Mesin ini secara efektif menggantikan tenaga kerja manusia, memungkinkan petani untuk memiliki kendali penuh atas waktu pengumpulan dan pengangkutan beras langsung ke titik pengumpulan. Pengurangan tenaga kerja manual mengurangi kelelahan petani, mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk membersihkan sawah, memastikan proses pengadaan beras yang cepat dan efisien, serta meminimalkan risiko kerugian akibat cuaca yang tidak menentu setelah panen.
Skalabilitas
Menurut Bapak Tran Danh, Kepala Desa Tan Sinh Tay, model mesin pengambil padi yang unik ini merupakan inovasi terobosan dari Bapak Thong dan Bapak Nhat. Bapak Nguyen Huu Thong memiliki dasar pengetahuan yang kuat, setelah lulus dari universitas dengan gelar di bidang teknik mesin. Berkat pengalaman profesional mereka yang mendalam, kedua bersaudara ini secara mandiri melakukan riset, memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat, dan mengumpulkan komponen dari kendaraan tua untuk mengoptimalkan biaya produksi hingga serendah mungkin.

Mesin ini secara efektif menggantikan tenaga kerja manusia dalam memuat dan menurunkan barang. Foto: Engineer.
Inti dari inisiatif ini adalah merancang mekanisme pengangkat yang terpasang langsung pada traktor keluarga yang sudah ada, sekaligus menyinkronkan sistem pengangkatan dan penurunan menggunakan mekanisme pengangkat hidrolik asli traktor tersebut. Hanya peralatan teknis khusus yang kurang yang harus dibeli dari pemerintah kota untuk pemasangan dan penyelesaiannya.
Setelah menyaksikan mesin tersebut beroperasi langsung di ladang, Bapak Tran Danh menilai bahwa alat tersebut sangat efektif, sepenuhnya membebaskan tenaga kerja bagi para petani di wilayah tersebut. Inisiatif ini memiliki arti praktis yang sangat besar, terutama bagi para pekerja pertanian yang lebih tua, karena mereka tidak lagi harus membawa karung beras yang berat secara manual seperti yang mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya.
Mengingat manfaat ekonomi dan sosial yang jelas telah dicapai, Kepala Desa Tran Danh percaya bahwa model ini memiliki potensi besar untuk direplikasi dan harus diterapkan secara luas untuk rumah tangga di desa serta daerah sekitarnya guna meningkatkan efisiensi panen secara keseluruhan di wilayah tersebut.
Sumber: https://nongnghiepmoitruong.vn/sang-che-dan-gap-lua-giup-nong-dan-tiet-kiem-chi-phi-d812984.html










