Pelemahan yen yang signifikan (sekitar 110 yen terhadap 1 USD lima tahun lalu, sekarang turun menjadi 160 yen/USD) telah membuat biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri jauh lebih mahal. Pada dasarnya, semuanya sekitar 45% lebih mahal. Inflasi global telah mendorong kenaikan biaya perumahan, transportasi, dan makanan. Selain itu, perubahan kebijakan visa dan imigrasi di tujuan studi utama seperti AS, Kanada, dan Australia juga berdampak pada jumlah mahasiswa Jepang yang belajar di luar negeri.
Tren pilihan destinasi juga berubah. Jumlah mahasiswa Jepang yang belajar di negara-negara Asia meningkat sebanyak 2.401 menjadi 36.904, sementara jumlah mahasiswa yang belajar di Amerika Utara menurun sebanyak 1.775 menjadi 19.363.
Menurut JASSO, lebih dari 60% mahasiswa internasional di Jepang mengikuti program yang berlangsung kurang dari satu bulan. Hal ini menunjukkan meningkatnya permintaan akan program internasional yang fleksibel dan berdurasi singkat.
Program jangka pendek biasanya membutuhkan komitmen finansial yang lebih rendah, berdampak lebih kecil pada jadwal akademik, dan mengurangi kecemasan bagi siswa dan keluarga mereka. Bagi siswa SMA, ini bisa menjadi cara yang mudah diakses untuk mengenal pendidikan internasional. Bagi mahasiswa, program ini dapat disesuaikan dengan rencana studi, pencarian kerja, dan pekerjaan paruh waktu mereka.
Secara keseluruhan, program studi luar negeri jangka pendek yang dirancang dengan baik tetap dapat menawarkan manfaat yang signifikan. Manfaat tersebut meliputi peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya; memberikan kesempatan untuk secara langsung mengalami berbagai kelas, budaya, dan norma sosial; memotivasi studi lebih lanjut di luar negeri atau mengejar karir internasional di masa depan; membangun jaringan dengan teman-teman internasional; dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kemandirian dan kemampuan beradaptasi diri.
Tren baru belajar di luar negeri ini muncul di tengah tujuan pemerintah Jepang untuk mengirim 500.000 siswa ke luar negeri untuk belajar setiap tahunnya pada tahun 2033.
MINH DŨNG (Menurut PIE News, BWS)
Sumber: https://baocantho.com.vn/sinh-vien-nhat-chuong-du-hoc-ngan-han-a207150.html








