
Menjelang MWC 2026, para produsen ponsel pintar sekali lagi berlomba-lomba untuk memamerkan ide-ide terhebat mereka. Honor menghadirkan ROBOT PHONE dengan mekanisme kamera robotik yang dapat bergerak sendiri.

Honor mengatakan robot tersebut juga memiliki "kepribadian" dan dapat merespons dengan "menggelengkan kepalanya" dan bahkan menari mengikuti musik. Perusahaan tersebut mencatat bahwa pengguna dapat berbicara dengan asisten virtual melalui telepon menggunakan teks dan suara.

Ponsel ini memiliki kamera 200 megapiksel yang terpasang pada robot bergerak tiga sumbu dengan teknologi stabilisasi gambar. Perusahaan mengatakan kamera dapat berputar dengan mulus dan merekam video serta foto tanpa hambatan. Ponsel ini juga memiliki mode Super Steady untuk perekaman video.

Kamera robot juga memungkinkan panggilan video yang lebih lancar dan dapat melacak Anda melalui pelacakan objek berbasis AI. Teknologi ini mirip dengan Center Stage milik Apple, tetapi dapat ditingkatkan secara signifikan jika terbukti efektif.

Mereka mencatat bahwa mereka menggunakan beberapa teknik yang digunakan pada ponsel lipat untuk membuat kamera lebih kokoh dan mengintegrasikan sistem gimbal empat derajat kebebasan ke dalam bodi. Honor menyatakan bahwa mereka menggunakan material yang sama untuk lengan robot seperti engsel Honor Magic V6, dengan kekuatan tarik 2800 MPa.

Namun, Ulefone memilih pendekatan yang sama sekali berbeda: mengintegrasikan kamera aksi yang dapat dilepas langsung ke dalam ponsel yang sangat tahan lama.

Perangkat yang disebut RugOne Xsnap 7 Pro ini memiliki modul kamera aksi magnetik yang terpasang di bagian belakang menggunakan mekanisme magnetik. Pengguna dapat melepaskan modul ini untuk menggunakannya secara independen sebagai kamera portabel kecil. Menurut Ulefone, aksesori ini dirancang untuk perekaman tanpa menggunakan tangan dan dapat dipasang pada helm, tali ransel, atau peralatan luar ruangan lainnya.

Mengintegrasikan kamera aksi langsung ke dalam bodi ponsel pintar masih jarang. Ulefone bahkan menyebutnya sebagai "ponsel tangguh dengan kamera aksi yang dapat dikenakan" pertama di pasaran, meskipun efektivitas sebenarnya bergantung pada stabilitas koneksi magnetik dan kemampuan sinkronisasi perangkat lunak.

Dari segi perangkat keras, RugOne Xsnap 7 Pro menawarkan konfigurasi yang patut diperhatikan di segmen ponsel ultra-tahan banting. Ponsel ini memiliki layar AMOLED 6,67 inci dengan resolusi 1,5K dan kecepatan refresh 120Hz. Daya pemrosesannya berasal dari prosesor MediaTek Dimensity 8400 5G, dipadukan dengan baterai besar 9.000mAh yang dirancang untuk penggunaan luar ruangan yang lebih lama.

Sistem kamera belakang mencakup sensor utama 50MP dengan stabilisasi gambar optik (OIS) dan kamera inframerah 64MP untuk fotografi malam atau pengamatan dalam kondisi cahaya sangat rendah. Masih belum jelas apakah modul kamera yang dapat dilepas menggunakan sensor utama yang sama atau beroperasi sebagai kamera yang sepenuhnya independen.

Satu pihak mengejar mekanisme robotik, pihak lain berfokus pada modularitas dan daya tahan – keduanya menunjukkan tren menuju pencarian metode fotografi yang lebih fleksibel pada ponsel pintar. Meskipun konsep kamera tersebut tampak menarik, keberhasilan atau kegagalan produk akan bergantung pada pengalaman di dunia nyata.
Sumber: https://khoahocdoisong.vn/smartphone-pha-cach-camera-gan-nam-cham-dau-camera-nhay-mua-post2149090781.html







Komentar (0)