Orang tua siswa pasang spanduk tuntut utang dari American International School Vietnam (AISVN)
Pada tanggal 24 September, berbicara dengan wartawan Surat Kabar Thanh Nien tentang orang tua yang menagih utang dari sekolah internasional di distrik Nha Be, pemimpin Departemen Pendidikan dan Pelatihan Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa Departemen telah mengetahui tentang insiden di Sekolah Internasional Amerika Vietnam dan telah melaporkannya ke Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh.
Kepala Dinas Pendidikan dan Pelatihan menambahkan bahwa pada 22 September, beberapa orang tua siswa Sekolah Internasional Amerika Vietnam datang ke Dinas Pendidikan dan Pelatihan untuk melaporkan kejadian tersebut. Dinas juga telah menugaskan Dinas Pendidikan Non-Publik untuk melakukan investigasi terlebih dahulu, dan minggu depan, tim inspeksi Dinas akan turun langsung ke sekolah.
Pemimpin ini juga menekankan bahwa dalam segala hal yang terjadi di sekolah, hak-hak siswa harus dijamin dan diutamakan.
Seperti dilansir Surat Kabar Thanh Nien , pada tanggal 22 September, beberapa orang tua siswa di Sekolah Internasional Amerika Vietnam mengecam dan menuntut sekolah membayar utang puluhan miliar dong.
Memberikan informasi kepada wartawan Surat Kabar Thanh Nien , Bapak NCT, orang tua siswa Sekolah Internasional Amerika Vietnam, mengatakan bahwa pada bulan Februari 2018, pihak sekolah melalui kuasa hukumnya, Ibu Nguyen Thi Ut Em (Ketua Dewan Sekolah), menandatangani kontrak pinjaman dengannya dengan jumlah total sekitar 5 miliar VND, dengan suku bunga 0%.
Ketentuan perjanjian pinjaman adalah bahwa kedua anak Tn. T. akan menerima pendidikan dan pelatihan gratis selama masa sekolah reguler mereka. Berdasarkan perjanjian, sekolah akan mengembalikan pinjaman tersebut setelah kedua anaknya selesai sekolah atau pindah ke sekolah lain.
Pada Desember 2022, Bapak T. telah menyelesaikan prosedur pengalihan dan telah mengadakan banyak pertemuan serta bekerja sama dengan perwakilan sekolah. Pihak sekolah berjanji untuk mengembalikan pinjaman sesuai kontrak pada Maret 2023.
"Pihak sekolah berkomitmen secara tertulis untuk mengembalikan uang saya mulai 19 Maret hingga 30 Juni 2023 dalam 4 kali angsuran. Namun, setelah menunggu berbulan-bulan, saya masih belum menerima uang tersebut. Setelah itu, Ibu Ut Em berkomitmen dalam risalah rapat untuk membayar saya dalam 3 kali angsuran mulai 15 Juli hingga 15 September, tetapi hingga saat ini saya masih belum menerima uang," kata Bapak T.
Diketahui, pada pagi hari tanggal 21 September lalu sejumlah orangtua membawa spanduk ke pihak Sekolah Internasional Amerika Vietnam dengan tuntutan agar pihak sekolah membayar utang sesuai kontrak.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)