Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengadakan konferensi pers untuk memberikan informasi tentang ujian kelulusan SMA tahun 2026. Menurut laporan singkat, 74 kandidat di seluruh negeri melanggar peraturan ujian dan didiskualifikasi dari ujian, termasuk 69 kasus membawa telepon seluler ke ruang ujian dan 5 kandidat menggunakan materi yang tidak diizinkan.

Bapak Le My Phong, Wakil Direktur Departemen Manajemen Mutu, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, menyampaikan laporan pendahuluan tentang ujian kelulusan SMA tahun 2026.
FOTO: TUAN MINH
Jumlah ini hampir dua kali lipat dari ujian tahun 2025 (yang mencatat 41 kandidat melanggar peraturan ujian, termasuk 39 yang membawa telepon seluler ke ruang ujian). Namun, menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, belum ada kecurangan atau praktik curang terorganisir yang tercatat di seluruh negeri hingga saat ini.
Di seluruh negeri, tidak ada pengawas ujian yang melanggar peraturan ujian.
Dalam mengevaluasi ujian kelulusan SMA tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyatakan bahwa proses penyusunan soal ujian telah dilaksanakan dengan serius, aman, dan terjamin dari tingkat pusat hingga daerah.
"Menurut penilaian awal oleh para ahli dan masyarakat, soal-soal ujian untuk semua mata pelajaran sangat sesuai dengan Program Pendidikan Umum 2018, mengikuti struktur dan format ujian yang telah dipublikasikan; terdapat diferensiasi yang tepat untuk memastikan tujuan pengakuan kelulusan sekolah menengah terpenuhi."
"Soal-soal ujian berkontribusi pada evaluasi kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah dan daerah, serta panduan bagi lembaga pengelola pendidikan; soal-soal tersebut memberikan data yang andal dan akurat, serta menilai kemampuan siswa secara tepat untuk digunakan oleh lembaga pendidikan tinggi dan pendidikan kejuruan dalam penerimaan mahasiswa dengan semangat otonomi," demikian pernyataan laporan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyatakan bahwa panitia ujian telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dan pengawas ujian secara proaktif dan cepat mendeteksi serta menangani kasus-kasus pelanggaran peraturan ujian oleh para kandidat. Sebagian besar kandidat tetap tenang, percaya diri, dan mengikuti ujian dengan serius.
Kami akan menganalisis poin-poin koreksi antar mata pelajaran ujian.
Dalam periode mendatang, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan menyatakan bahwa kementerian serta provinsi dan kota akan terus mengarahkan, membimbing, dan memperkuat inspeksi dan pengawasan untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dari semua tahapan penilaian ujian, perbandingan data nilai ujian, pengumuman hasil ujian, peninjauan ujian, pertimbangan kelulusan sekolah menengah atas bagi calon peserta, dan penerimaan universitas dan pendidikan kejuruan pada tahun 2026.
Lakukan analisis terhadap hasil ujian para kandidat untuk memberikan dasar evaluasi kualitas soal ujian, proses ujian, dan metode pengajaran secara nasional.

Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mengadakan konferensi pers setelah ujian kelulusan SMA tahun 2026.
FOTO: TUAN MINH
Yang perlu diperhatikan, salah satu persyaratan baru yang akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan adalah analisis skor yang disesuaikan antar mata pelajaran ujian untuk mendukung evaluasi hasil ujian sesuai dengan peraturan ujian.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, selain memastikan keadilan dalam proses penerimaan, untuk pengajaran dan pembelajaran di tingkat lokal, nilai yang disesuaikan memungkinkan penilaian objektif terhadap kemajuan setiap mata pelajaran ketika membandingkan nilai rata-rata ujian kelulusan dari berbagai mata pelajaran di wilayah yang sama.
Berdasarkan hasil ujian tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan akan terus memperkuat bimbingannya dalam mereformasi metode pengajaran, metode pembelajaran, dan penilaian proses belajar siswa, termasuk penilaian reguler dan periodik, dengan pendekatan terpadu dan interdisipliner yang terkait dengan situasi dunia nyata, membantu siswa menjadi lebih terbiasa dengan penilaian berorientasi kompetensi.
Jumlah total kandidat yang mendaftar untuk ujian tahun ini adalah 1.223.776, meningkat 61.642 dibandingkan tahun 2025. 100% kandidat berhasil mendaftar secara online. Jumlah kandidat yang benar-benar mengikuti ujian adalah 1.213.695, yang mewakili 99,18% dari total jumlah kandidat yang terdaftar.
Di seluruh negeri, terdapat 2.478 pusat ujian dengan total 5.440 ruang ujian. Lokasi pusat-pusat ujian ini di daerah tempat tinggal siswa telah membantu siswa menghindari perjalanan jauh dan kekhawatiran tentang akomodasi, sehingga menumbuhkan pola pikir yang lebih tenang dan percaya diri selama ujian, sekaligus mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar.
Sumber: https://thanhnien.vn/so-thi-sinh-bi-dinh-chi-thi-tang-manh-185260612154241495.htm








