Meskipun performanya sedikit menurun, Son Heung-min tetap menjadi ikon yang tak tergantikan bagi Tottenham Hotspur baik di dalam maupun di luar lapangan. |
Son Heung-min telah mendedikasikan dekade terakhir untuk Tottenham Hotspur dan menjadi legenda bukan hanya di lapangan tetapi juga di hati para penggemar. Namun, pada musim 2024/25, tanda-tanda kesulitan yang dialaminya mulai muncul.
Lipstik dan tanda-tanda penurunan
Sejak awal musim, Son menunjukkan performa yang tidak konsisten. Ia telah melewatkan enam peluang besar – sebuah fakta yang tak terbantahkan mengingat statistiknya. Lebih jauh lagi, kurangnya keberaniannya dalam situasi satu lawan satu dengan bek lawan merupakan pertanda jelas kurangnya kepercayaan diri, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kurang pada Son.
Musim ini, Son hanya berhasil menyelesaikan 28 dari 65 dribel, jauh lebih sedikit daripada rekan setimnya seperti Dejan Kulusevski atau James Maddison. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah usia atau penurunan kebugaran mulai memengaruhi kelincahannya di lapangan.
Meskipun demikian, Son tetap menunjukkan kehebatannya di momen-momen krusial, mencetak 10 gol dan memberikan 11 assist di semua kompetisi. Tak dapat dipungkiri bahwa kemampuan bintang Korea Selatan ini untuk membuat perbedaan tetap ada, dan itulah mengapa ia terus menjadi starter reguler di tim asuhan manajer Ange Postecoglou.
Son masih memiliki kemampuan untuk menciptakan momen-momen magis, meskipun tidak sekonsisten sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa terlepas dari sedikit penurunan performa bintang Korea Selatan tersebut, Son masih mempertahankan nilainya bagi Tottenham.
Saat ini, putra saya berusia 32 tahun. |
Hal ini semakin penting mengingat Son baru-baru ini menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun dengan Spurs, yang berakhir pada awal 2025, sebuah detail yang tidak hanya menunjukkan kepercayaan klub tetapi juga mencerminkan pentingnya dirinya dalam kampanye komersial.
Kontribusi di luar lapangan
Son adalah "tambang emas" bagi Tottenham, terutama di pasar Asia. Dia adalah idola bagi jutaan penggemar di Korea Selatan dan mendatangkan pendapatan signifikan bagi klub melalui penjualan jersey dan aktivitas periklanan.
Son Heung-min bukan hanya pemain di lapangan, tetapi juga simbol penting bagi Tottenham di pasar internasional. Ia menarik ratusan penggemar Korea untuk menonton pertandingan secara langsung dan merupakan wajah utama dalam banyak kampanye iklan klub.
Pada musim 2022/23, Tottenham menjual sekitar 700 jersey Son per pertandingan, angka yang bahkan meningkat menjadi lebih dari 1.000 sejak kepergian Harry Kane. Berkat pengaruh komersial yang signifikan inilah Son mampu mempertahankan posisinya yang penting di Tottenham.
Son menjadi wajah kampanye iklan AIA dan panutan ideal untuk strategi pengembangan merek di Asia. Inilah juga alasan mengapa Tottenham terus mempertahankan Son dalam skuad, meskipun performanya di lapangan tidak konsisten.
Son masih berharga bagi Tottenham Hotspur. |
Tak dapat dipungkiri bahwa Son tetap menjadi sosok yang dicintai di ruang ganti Tottenham dan di antara para penggemar. Rekan setimnya, Djed Spence, baru-baru ini memuji dedikasi dan usaha Son dalam sesi latihan, meskipun ia bukanlah tipe kapten yang suka berteriak kepada rekan-rekan setimnya. Ini membuktikan bahwa, meskipun ia tidak lagi berada di puncak performanya, Son tetap menjadi contoh yang cemerlang bagi rekan-rekan setimnya yang lebih muda.
"Orang mungkin mengharapkan teriakan dan dukungan dari kapten, tetapi Son memimpin dengan memberi contoh. Dia selalu memberikan contoh yang baik dan menunjukkan profesionalisme dalam setiap situasi," kata Spence.
Son tetap menjadi kapten Tottenham dan salah satu pemain yang paling lama membela klub. Meskipun penampilan mantan bintang Bayer Leverkusen ini musim ini mungkin tidak sesuai harapan, kestabilan mental dan komitmennya kepada tim tetap sangat penting untuk masa depan Tottenham.
Performa Son Heung-min mungkin telah menurun, tetapi pengaruh dan kepentingannya bagi Tottenham tetap tak terbantahkan. Meskipun usia dan perubahan performa mungkin berarti striker berusia 32 tahun ini tidak lagi berada di puncak performanya, Son masih mempertahankan nilainya baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pertandingan-pertandingan mendatang akan menjadi kesempatan bagi Son untuk membuktikan bahwa, meskipun kondisi fisiknya menurun, ia masih bisa bersinar dan membantu Tottenham mengatasi tantangan besar. Dengan kontrak hingga 2026, bintang Korea Selatan ini masih memiliki banyak waktu untuk membuktikan dirinya dan terus menjadi pemain penting di Tottenham.
Sumber: https://znews.vn/son-heung-min-con-gi-dang-xem-post1541902.html







Komentar (0)