Mengonsumsi terlalu banyak protein atau hanya memilih sayuran hijau dan biji-bijian, serta berolahraga terlalu banyak membuat penurunan berat badan tidak berhasil, terutama bagi wanita.
Selama menopause, kadar estrogen menurun, memperlambat metabolisme dan mengurangi massa otot, yang menyebabkan penumpukan lemak. Pola makan yang tidak sehat dan kurang olahraga dapat dengan mudah menyebabkan wanita mengalami kenaikan berat badan. Agar berhasil menurunkan berat badan, wanita harus menghindari kesalahan-kesalahan berikut.
Makan terlalu banyak protein
Protein membantu membangun otot dan menyediakan energi yang cukup sehingga wanita tidak kehilangan kekuatan akibat penurunan berat badan. Namun, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak protein karena kelebihannya dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), wanita membutuhkan sekitar 46 gram protein per hari.
Makan hanya sayur-sayuran dan biji-bijian
Pola makan nabati menawarkan banyak manfaat kesehatan tetapi dapat membuat Anda kekurangan protein (dari daging) untuk meningkatkan metabolisme dan memuaskan keinginan Anda.
Orang yang hanya makan sayuran, misalnya salad, sering kali cepat lapar dan kelelahan. Pada saat itu, wanita mudah menginginkan makanan berkalori tinggi dalam camilan mereka seperti gorengan, makanan cepat saji... Salad untuk menurunkan berat badan perlu mengandung cukup nutrisi seperti protein (daging tanpa lemak, kacang-kacangan) dan lemak sehat (alpukat, minyak zaitun) agar tetap kenyang lebih lama.
Mengonsumsi banyak makanan berbahan mi dan pasta dapat dengan mudah menyebabkan kelebihan kalori dan penambahan berat badan.
Hanya makan sayur bisa membuat tubuh kekurangan nutrisi, cepat lapar, dan ingin ngemil lagi. Foto: Freepik
Minum jus buah saja
Jus buah seringkali rendah serat dan terkadang mengandung banyak gula, yang dapat membuat Anda merasa lebih cepat lapar. Saat lapar, tubuh mulai menggunakan jaringan otot untuk energi dan mengurangi jumlah kalori yang dibakar sebagai mekanisme pertahanan untuk mencegah rasa lapar. Hal ini memperlambat metabolisme, sehingga lebih sulit menurunkan berat badan. Konsumsilah buah utuh untuk menjaga serat, yang dapat membantu mengurangi rasa lapar di antara waktu makan.
Hanya peregangan dan yoga
Yoga dan latihan peregangan membantu menjaga kekuatan dan mengurangi nyeri sendi. Namun, dibandingkan dengan latihan kekuatan, kedua bentuk aktivitas ini tidak meningkatkan metabolisme.
Setelah usia 30 tahun, wanita kehilangan sekitar 8% jaringan otot tanpa lemak setiap 10 tahun dan seringkali digantikan oleh jaringan lemak. Jika mereka melewatkan latihan kekuatan, wanita lebih mungkin kehilangan otot tanpa lemak, yang menyebabkan penumpukan lemak dan mempersulit penurunan berat badan. Latihan ketahanan seperti angkat beban dan push-up juga membantu membangun dan memelihara otot, serta meningkatkan kepadatan tulang jika dilakukan 3-4 kali seminggu.
Latihan berlebihan
Olahraga intensitas tinggi dapat membakar kalori lebih baik, tetapi terkadang menyebabkan kelelahan dan rasa lapar. Pada masa ini, wanita sering makan lebih banyak untuk mengompensasi energi, terutama mereka yang baru saja menurunkan berat badan. Berolahragalah sesuai kondisi fisik Anda, selingi dengan waktu istirahat agar tubuh Anda punya waktu untuk pulih.
Bao Bao (Menurut Eat This Not That )
Pembaca mengirimkan pertanyaan tentang penyakit ginekologi di sini agar dokter menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)