Desa Tam Da memiliki 132 rumah tangga, sebagian besar beretnis Tay dan Nung. Desa ini berjarak sekitar 4 km dari pusat komune Tam Giang, dan kehidupan masyarakatnya masih sulit. Selama bertahun-tahun, jalan raya selalu menjadi "kemacetan" yang menghambat pembangunan ekonomi dan kehidupan sehari-hari penduduk setempat.
Bapak Hoang Van Giap, Sekretaris Sel Partai dan Kepala Desa Tam Da, mengatakan bahwa menyadari keprihatinan masyarakat dan ingin mengubah wajah pedesaan, desa telah merencanakan dan menghitung biaya pembangunan jalan agar dapat memobilisasi sumber daya dari masyarakat. Namun, karena kesulitan ekonomi masyarakat, beberapa orang berpikir bahwa "Negara akan mengurus jalan", sehingga mobilisasi awal menemui banyak kesulitan.
Warga Desa Tam Da (Kelurahan Tam Giang) bersama-sama membersihkan jalan sebelum dilanjutkan dengan pengecoran. |
Menghadapi kenyataan tersebut, sel Partai menugaskan kader-kader desa dan tokoh-tokoh terkemuka untuk mendatangi rumah-rumah guna melakukan mobilisasi. Siang hari, warga bekerja di ladang, dan malam harinya, para kader akan mendatangi setiap rumah untuk berdiskusi dan membujuk. Pertemuan-pertemuan kecil yang hangat di desa terus diadakan. Di saat yang sama, para kader dan anggota Partai di desa juga secara aktif memberikan contoh teladan guna membangun kepercayaan di antara warga.
Agar terbuka dan transparan, desa juga membentuk kelompok-kelompok yang dipilih oleh warga untuk memobilisasi dan mengumpulkan iuran secara langsung, sementara kepala desa hanya bertanggung jawab atas pengelolaan umum. Warga akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mendukung dan mengawasi proses pembangunan.
Pendekatan tersebut telah menciptakan konsensus yang kuat di antara masyarakat. Pada tahun 2024, penduduk desa membangun jalan di dusun 11A dan 11B sepanjang 560 m, dengan biaya 500 juta VND. Dari jumlah tersebut, 100 juta VND dibiayai oleh negara, dan sisanya disumbangkan oleh masyarakat.
Di awal tahun 2025, warga terus berkontribusi dalam betonisasi ruas jalan menuju Dusun 10, dengan panjang 620 m dan lebar 3 m, dengan total biaya lebih dari 500 juta VND. Banyak warga juga membongkar pagar dan pohon untuk memudahkan pembangunan jalan. Setelah jalan selesai, warga secara proaktif mengeruk parit dan menanam bunga di kedua sisi jalan, menciptakan lanskap yang bersih, indah, dan lapang.
Bagian jalan sedang dibangun dengan kontribusi masyarakat desa Tam Da (komune Tam Giang). |
Lebih penting lagi, selama kampanye pembangunan jalan, banyak rumah tangga miskin secara sukarela memimpin dalam berkontribusi, sehingga menyebarkan pesan kepada rumah tangga lain untuk berpartisipasi aktif. Dalam kasus keluarga Bapak Lieu Van Quan (Dusun 10), meskipun miskin, mereka tidak ragu untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam memeriksa, mengawasi, dan mendukung tim konstruksi selama proses pembangunan jalan.
“Perekonomian keluarga saya masih menghadapi banyak kesulitan, dan sumbangan sebesar 9 juta VND/rumah tangga tidaklah sedikit. Namun, demi kebaikan bersama, keluarga saya harus menabung untuk berkontribusi. Jalan baru telah diselesaikan oleh warga, dan semua orang bangga. Berkat gerakan ini, warga desa menjadi lebih bersatu, tahu cara berbagi, dan lebih bersatu,” ujar Bapak Quan.
Menurut Bapak Hoang Van Giap, saat ini lebih dari 30% rumah tangga di desa tersebut tergolong miskin atau hampir miskin. Meskipun kehidupan masih sulit, masyarakat tetap aktif merespons dan menyetujui, sehingga 70% jalan di desa telah dibeton. Saat ini, masih ada sekitar 1 km jalan tanah yang belum dibeton. Desa terus menghimpun masukan masyarakat dan menetapkan target untuk menyelesaikan satu ruas jalan setiap tahun, dengan mendorong semangat warga untuk menyelesaikan jalan ini.
Meskipun masyarakat Tam Da saat ini tidak kaya akan harta benda, mereka memiliki "aset bersama" berupa jalan-jalan yang kokoh dan luas yang dibangun atas dasar semangat musyawarah. Jalan-jalan tersebut menyebarkan keyakinan dan aspirasi untuk mengubah tanah air masyarakat di sini.
Sumber: https://baodaklak.vn/kinh-te/202507/tam-da-dong-long-mo-loi-126154f/
Komentar (0)