Tết Vietnam (Tahun Baru Imlek) membawa semua orang kembali ke akar budaya nasional – tempat di mana warna-warna bunga persik dan aprikot, aroma kumquat, para penjual bunga musim semi, dan citra Vietnam yang dicintai bertemu – tempat di mana setiap orang dapat bersantai, mendengarkan irama musim semi tradisional, dan merasakan secara mendalam nilai kebersamaan, cinta, dan berbagi.

Bukan hanya orang Vietnam yang menyukai Tahun Baru Imlek Vietnam; bagi teman-teman internasional yang tinggal dan belajar di Vietnam, Tahun Baru Imlek memiliki makna khusus dan membangkitkan perasaan sakral.

Bagi Matěj Bíma, seorang peserta magang di Kedutaan Besar Republik Ceko di Vietnam, tahun 2026 akan menjadi pertama kalinya ia dapat merayakan Tahun Baru Imlek tradisional Vietnam. Perasaan larut dalam suasana musim semi dan menyambut tahun baru bersama teman-teman Vietnamnya membuatnya sangat bahagia.

Matěj Bíma, seorang peserta magang di Kedutaan Besar Republik Ceko di Vietnam.

“Saya merasa sangat senang berada di Vietnam untuk merayakan Tahun Baru Imlek tradisional Vietnam. Menyaksikan dan mengalami adat istiadat tradisional Tet di Vietnam sangat menarik. Ini adalah pengalaman yang belum pernah saya alami sebelumnya. Saya menyukai Tet Vietnam karena kehangatan di setiap rumah. Orang-orang yang tinggal jauh dari rumah sering kembali ke tanah air mereka untuk merayakan Tet, yang merupakan ciri khas unik dari Tet tradisional. Di Vietnam, saya menemukan orang-orang sangat terbuka dan ramah; ketika saya keluar, jika saya membutuhkan bantuan, orang-orang dari segala usia selalu siap membantu. Saya berharap dapat merayakan Tet di Vietnam lagi,” ujar Matěj Bíma.

Setelah berpartisipasi dalam upacara tradisional Vietnam menjelang Tet (Tahun Baru Imlek) di Benteng Kekaisaran Thang Long ( Hanoi ), Bapak Jonathan Wallace Baker, Kepala Kantor Perwakilan UNESCO di Vietnam, menyatakan: UNESCO selalu sangat menghargai inisiatif yang membantu melestarikan dan mempromosikan warisan budaya dengan cara yang dinamis, mudah diakses, dan menarik bagi masyarakat. Kombinasi upacara tradisional, ruang warisan, dan partisipasi publik jelas menunjukkan bahwa warisan budaya takbenda tidak hanya dilestarikan tetapi juga terus berkembang dan beradaptasi dengan kehidupan perkotaan. UNESCO berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Vietnam dalam melestarikan, mempromosikan, dan menyebarluaskan nilai-nilai luhur warisan budayanya kepada generasi sekarang dan mendatang.

Simfoni Tet.

Ruang pameran yang menampilkan adat istiadat tradisional Tet (Tahun Baru Imlek) di Benteng Kekaisaran Thang Long adalah salah satu daya tarik utama yang menarik banyak pengunjung. Do Minh Anh, seorang mahasiswa di Universitas Hukum Hanoi, mengatakan: "Gambar dan artefak tentang Tet, seperti ruang hidup keluarga kota di Thang Long kuno dengan adat istiadat pemujaan leluhur dan dewa-dewa, menggantung lukisan dan syair Tet, menyalakan petasan, membuat banh chung (kue beras tradisional), meminta kaligrafi keberuntungan di awal tahun, mengucapkan Selamat Tahun Baru, memberikan uang keberuntungan, dan menikmati bunga Tet... telah memberi saya pengalaman yang menarik. Ruang pameran kuno, yang menyimpan jejak kuat budaya dan arsitektur ibu kota lama, membantu pengunjung lebih memahami budaya tradisional bangsa."

Menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek di Benteng Kekaisaran Thang Long, Ibu Vu Thu Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat Hanoi, menekankan: "Kami sangat merasa terhormat dapat menikmati keindahan liburan Tet tradisional Vietnam di ruang warisan Benteng Kekaisaran Thang Long. Kehadiran para delegasi, tamu internasional, ilmuwan, dan masyarakat tidak hanya menunjukkan penyebaran budaya Vietnam tetapi juga menegaskan komitmen bersama kita untuk melestarikan dan mempromosikan nilai warisan—aset tak ternilai bagi umat manusia."

Ruangan ini memancarkan esensi musim semi.

Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, di mana laju kerja dan teknologi yang tiada henti tampaknya menyeret orang-orang dengan kecepatan luar biasa, Tahun Baru Imlek tradisional tetap menjadi momen sakral dalam jiwa masyarakat Vietnam.

Tet, Tahun Baru Imlek, tidak hanya menandai peralihan dari tahun lama ke tahun baru, tetapi juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melambat, merenungkan akar budaya mereka, dan mendengarkan nilai-nilai tradisional yang telah memelihara mereka sejak kecil. Dalam asap dupa Tet, dalam santapan reuni keluarga, dan dalam ucapan selamat Tahun Baru yang hangat, identitas budaya Vietnam dilestarikan dan dilanjutkan secara alami dan mendalam.

Tet, Tahun Baru Imlek, adalah waktu untuk berkumpul kembali bersama keluarga, ketika jarak geografis dijembatani oleh kekerabatan dan kasih sayang. Adat istiadat seperti pemujaan leluhur, ucapan selamat Tahun Baru, dan pemberian uang keberuntungan tidak hanya bersifat simbolis tetapi juga mewujudkan prinsip "mengingat sumber air minum" dan pentingnya kohesi komunitas.

Terlepas dari perubahan sifat masyarakat yang terus-menerus, Tahun Baru Imlek tradisional tetap membangkitkan keyakinan akan hal-hal baik, menyampaikan harapan untuk kesehatan, kemakmuran, dan perdamaian bagi setiap keluarga dan seluruh bangsa di tahun yang baru.

    Sumber: https://www.qdnd.vn/van-hoa/doi-song/tet-la-su-gan-ket-cong-dong-1026587