
Pada tanggal 20 Juni, waktu Vietnam, pukul 02.00, tim AS akan menghadapi Australia dalam pertandingan kedua Grup D di Piala Dunia 2026. Setelah itu, Turki dan Paraguay akan bermain di grup yang sama pada pukul 10.00. Di Grup C, Skotlandia akan menghadapi Maroko pada pukul 05.00, dan Brasil akan bermain melawan Haiti pada pukul 07.30. Ini adalah pertandingan-pertandingan penting yang akan menentukan peluang setiap tim untuk lolos ke babak selanjutnya.
Setelah putaran pertandingan pembuka, situasi di Grup D menghadirkan peluang besar bagi AS dan Australia, karena keduanya memiliki tiga poin.
Dalam kemenangan mereka melawan Paraguay, di bawah bimbingan pelatih Mauricio Pochettino, tim AS menampilkan gaya permainan yang energik, tekanan agresif, dan menciptakan banyak peluang, tetapi Australia menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim "pelengkap" dalam turnamen tersebut.
Dalam pertandingan pertama mereka, Australia membuat sensasi dengan kemenangan 2-0 atas Turki, yang secara jelas menunjukkan kemampuan serangan balik defensif mereka. Mereka rela menyerahkan penguasaan bola kepada lawan, mempertahankan garis pertahanan rendah, dan menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik cepat.
Menghadapi lawan yang solid dalam pertahanan, tim AS membutuhkan kesabaran dalam distribusi bola dan harus meminimalkan kesalahan saat menyerang. Penuh percaya diri setelah pertandingan pembuka dan bermain dengan gaya disiplin, tim Australia adalah tantangan sebenarnya bagi AS.
★ Kemenangan 1-0 atas Haiti di pertandingan pembuka mereka membantu Skotlandia untuk sementara mengamankan posisi puncak di Grup C, tetapi perasaan itu tidak sepenuhnya meyakinkan. Tim Steve Clarke menghadapi beberapa momen sulit melawan lawan yang seharusnya lebih lemah. Skotlandia mempertahankan karakteristik mereka yang biasa: disiplin, permainan fisik, dan tingkat ketahanan yang tinggi dalam duel satu lawan satu.
Pada pertandingan kedua besok pagi, Maroko akan menghadirkan tantangan yang sama sekali berbeda. Skotlandia harus menghadapi pemain-pemain dengan kemampuan penguasaan bola dan transisi terbaik di turnamen ini.
Harapan terbesar Skotlandia terus bertumpu pada duet lini tengah John McGinn dan Scott McTominay. Meskipun tidak mencetak gol di pertandingan pembuka, McTominay menunjukkan kemampuan menyerangnya dengan tembakan yang mengenai tiang gawang. Maroko adalah tim yang paling mengesankan di Grup C setelah putaran pertama pertandingan.
Hasil imbang 1-1 melawan Brasil mencerminkan dengan sempurna apa yang ditunjukkan para wakil Afrika di lapangan: Percaya diri, terorganisir dengan baik, dan sama sekali tidak kalah dengan para kandidat juara. Pemain yang paling banyak mendapat pujian dalam pertandingan ini adalah Ayyoub Bouaddi.
Gelandang berusia 18 tahun itu menunjukkan kedewasaan yang mengejutkan saat menghadapi lini tengah Brasil yang berpengalaman, dan menjadi simbol generasi baru yang sedang dibangun oleh pelatih Mohamed Ouahbi.
Dibandingkan dengan Skotlandia, Maroko memiliki lebih banyak pemain yang mampu menciptakan terobosan individu dan memiliki penguasaan bola yang lebih unggul. Jika mereka mempertahankan intensitas pressing dan permainan transisi yang sama seperti di pertandingan pembuka, Maroko memiliki dasar yang kuat untuk meraih kemenangan dan melaju ke babak knockout.
★ Tim nasional Brasil selalu diharapkan oleh para penggemar untuk menang dan memberikan penampilan yang meyakinkan, tetapi hasil imbang di pertandingan pembuka melawan Maroko di Grup C, dengan skor 1-1, menunjukkan bahwa tim asuhan pelatih Carlo Ancelotti masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika mereka ingin memenangkan Piala Dunia keenam mereka.
Brasil tampaknya masih mencari kekompakan di bawah asuhan Ancelotti, terutama karena perubahan personel belum membuahkan hasil yang optimal.
Dalam konteks ini, pertandingan melawan Haiti merupakan kesempatan bagi Brasil untuk menegaskan kembali statusnya sebagai kandidat juara. Kembalinya Neymar ke latihan adalah pertanda positif, meskipun partisipasinya masih belum pasti. Setelah kekalahan di pertandingan pembuka, upaya Haiti tetap patut dihargai.
Perwakilan Karibia seringkali membuat lawan-lawannya cemas. Kembali ke Piala Dunia setelah 52 tahun, Haiti membawa serta kisah ketahanan dan keinginan untuk mengatasi kesulitan. Peluang mereka untuk melaju akan hampir sirna jika mereka terus kalah dari Brasil, tetapi mentalitas "tidak ada yang perlu dikhawatirkan" mereka dapat mengubah mereka menjadi lawan yang berbahaya.
★ Setelah sama-sama kalah di pertandingan pembuka Grup D, Turki dan Paraguay harus menang jika tidak ingin tersingkir. Pertandingan ini dipastikan akan berlangsung sengit dan terbuka, serta kemungkinan akan banyak kartu kuning, karena kedua tim tidak boleh bermain imbang.
Sumber: https://nhandan.vn/thach-thuc-lon-va-co-hoi-di-tiep-post970090.html








