
Penembakan di kota Stade di negara bagian Lower Saxony, Jerman , mungkin bermula dari perselisihan pribadi; motif politik atau ekstremis saat ini tidak dipertimbangkan, demikian dilaporkan majalah Spiegel, mengutip polisi.
Sejumlah besar pasukan polisi telah dikerahkan ke pusat kota, sementara para pejabat penegak hukum telah mendesak masyarakat melalui media sosial untuk menghindari daerah tersebut.
"Suara tembakan terdengar di dekat pusat kesejahteraan remaja di pusat kota," kata seorang pejabat polisi kepada kantor berita DPA Jerman. Menurut Der Spiegel, dua tersangka, termasuk satu yang diduga sebagai pelaku penembakan, telah ditangkap.
Menurut petugas penegak hukum, beberapa orang terluka dalam insiden tersebut. Satu orang meninggal di rumah sakit akibat luka parah, sehingga jumlah korban tewas menjadi enam orang, tambah polisi pada Senin sore.
Menurut kantor berita DPA, mengutip juru bicara polisi, polisi sedang menyelidiki insiden tersebut sebagai kasus pembunuhan di sebuah fasilitas yang menyediakan akomodasi sementara yang diawasi untuk wanita hamil dan wanita muda dengan anak-anak. Menurut petugas penegak hukum, tembakan dilepaskan di dalam fasilitas tersebut.
Majalah Jerman Focus melaporkan, mengutip seorang saksi, bahwa teriakan keras terdengar dari lokasi kejadian sesaat sebelum penembakan. Pria tersebut, yang tinggal di dekat situ, mengatakan kepada majalah itu bahwa ia melihat seorang wanita dan seorang pria muda mencoba melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil. Menurut saksi, polisi melepaskan tembakan setelah keduanya mengabaikan perintah petugas untuk berhenti.
"Dua tersangka telah ditangkap," kata seorang juru bicara, menambahkan bahwa saat ini tidak ada bahaya bagi masyarakat. Kemudian pada hari Senin, polisi mengkonfirmasi bahwa tersangka ketiga telah ditangkap.
Motif para tersangka masih belum jelas. Identitas mereka belum terungkap.
Sumber: https://danviet.vn/tham-sat-o-duc-nhieu-nguoi-thuong-vong-d1439121.html










