Di mata para pembaca pada umumnya, dan generasi pelajar pada khususnya, Tran Dang Khoa bukanlah nama yang asing lagi karena banyak karyanya dimuat dalam buku teks, menjadi bagian dari kenangan masa kecil banyak orang, menyentuh hati semua usia, dan melampaui batas waktu.
Di antara karya-karyanya, kita harus menyebutkan puisi-puisi klasik seperti "Butir Padi Desa Kita," "Malam Con Son," "Hujan," "Potret Paman Ho," "Bulan, Dari Mana Kau Berasal?", "Pohon Kelapa," dan lain-lain. Daya tarik puisi Tran Dang Khoa terletak pada kesederhanaannya, nuansa pedesaan yang kental, bahasa yang menggugah, dan kejelasan yang mendalam.
Dengan tema "Puisi Melampaui Waktu," program yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Politik , Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas Can Tho, ini menarik partisipasi lebih dari 1.000 mahasiswa.
Ini adalah kesempatan berharga bagi para siswa untuk berbincang dan mendengarkan sang penyair berbagi perjalanan kreatifnya dan karya-karya yang telah menyentuh hati banyak generasi. Di ruang yang dipenuhi suasana sastra dan seni, jarak antara ikon puisi dan generasi muda seolah terhapus.
Para pembaca yang menyukai puisi Tran Dang Khoa datang bukan hanya untuk mendengarkan, tetapi juga untuk menemukan kembali kenangan masa kecil, untuk belajar pelajaran dari masa muda mereka, dan untuk menerima inspirasi yang tulus dan mendalam dari orang yang menciptakan bait-bait abadi tentang pedesaan, keluarga, desa, dan masa kanak-kanak ini.
Pada sesi pertukaran tersebut, penyair Tran Dang Khoa mengungkapkan kecintaannya pada wilayah Delta Mekong, berbagi lebih banyak tentang puisi anak-anak yang ia tulis, yang membantu membangun reputasinya sejak usia muda, serta menginspirasi dan menyebarkan kecintaannya pada sastra kepada generasi muda.
“Menulis puisi, pertama dan terutama, adalah tentang menulis untuk diri sendiri, mengekspresikan pikiran dan perasaan sendiri. Puisi yang ditulis dengan tulus akan secara alami menemukan jalannya ke hati pembaca,” tegas penyair Tran Dang Khoa. Pada acara tersebut, para siswa juga mengajukan banyak pertanyaan mendalam tentang “rahasia” kreativitas, proses mengatasi tekanan ketenaran dini, dan peran seniman dalam masyarakat modern.
Acara pertukaran "Puisi Abadi" meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Ini bukan hanya kesempatan langka bagi para siswa untuk bertemu dengan ikon puisi, tetapi juga sumber motivasi yang besar, menegaskan vitalitas abadi puisi Tran Dang Khoa di hati generasi muda di wilayah Delta Mekong.
Acara ini berfungsi sebagai "jembatan" yang indah antara masa lalu dan masa kini, antara generasi sebelumnya dan generasi berikutnya, membantu pembaca muda untuk lebih memahami nilai ketulusan dalam seni dan kehidupan.
Kieu Oanh - Khanh Duy
Sumber: https://baolongan.vn/than-dong-tho-tran-dang-khoa-ve-voi-mien-song-nuoc-a205827.html










