Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Mengikuti penerbangan lebah

(GLO) - Pada suatu hari di awal musim panas, sekawanan lebah madu tiba-tiba muncul, berterbangan di sekitar gugusan bunga kosmos di depan rumahku, membangkitkan emosiku. Di samping gugusan bunga putih yang lembut dengan benang sari kuningnya yang halus, sayap-sayap tipis yang tak terhitung jumlahnya berdengung menyambut datangnya hari baru.

Báo Gia LaiBáo Gia Lai27/03/2025

Tentunya, aroma bunga itu telah mengirimkan sinyal untuk menarik lebah, sehingga setiap sayap kecil dan halus mereka, setipis sutra dan seringan awan, akan mengepak turun. Kepakan lembut sayap mereka bergema di samping bunga kecil itu, dan jiwaku melayang bersama lebah-lebah itu.

123123.jpg
Foto ilustrasi: Nguyen Vo

Sarjana K. Von Frisch pernah mempelajari bahasa "tarian", atau tarian, lebah. Tarian lebah madu diidentifikasi sebagai cara mereka berkomunikasi dan membimbing jenisnya ke daerah dengan nektar yang melimpah. Ini menggambarkan bahwa tarian sayap lebah adalah perjalanan panjang, yang dibawa oleh angin, dari bunga-bunga yang semarak dan megah hingga bunga-bunga liar kecil yang bergoyang di bawah sinar matahari pagi.

Dari tarian itu, butiran serbuk sari yang harum tak terhitung jumlahnya telah memenuhi perannya sebagai pembawa pesan kehidupan. Dari sayap-sayap halus itu, tetesan emas berkilauan dibawa ke seluruh penjuru dunia. Di ladang yang berbunga, kebun buah yang sarat dengan buah, dan jembatan lilin emas, semuanya menawarkan kehidupan yang semarak dan penuh sukacita.

Sepanjang perjalanan waktu, lebah dan bunga tetap tak terpisahkan. Tanpa bunga, lebah tidak dapat menemukan nektar yang dibutuhkan untuk mempertahankan koloninya. Inilah keseimbangan alam yang luar biasa. Saya cukup terkejut membaca bahwa ketika seekor lebah terbang mencari nektar, ia mengepakkan sayapnya 880 kali dalam 2 detik, dan ketika telah mengumpulkan cukup nektar dan terbang kembali ke sarang, ia mengepakkan sayapnya 600 kali dalam 2 detik. Dengan demikian, hanya dengan mendengarkan suara yang mereka buat, seseorang dapat menentukan apakah lebah sedang dalam perjalanan mencari nektar atau kembali ke rumah.

Saya juga sangat menikmati pengalaman mengeluarkan sarang lebah, tangan saya terasa berat karena madu yang kental dan pekat. Madu keemasan yang kental yang menetes setelah setiap pengambilan berkilauan seperti matahari terbenam merah tua di atas lembah yang jauh.

Setiap kali, aku berharap bisa memiliki sarang lebah kecil di beranda rumahku, sehingga setiap pagi aku bisa mendengar suara lebah yang terbang pulang, kepakan lembut sayap mereka yang halus. Sayap-sayap itu akan membawa aroma padang rumput, mimpi-mimpi manis masa kecil, dan emosi yang berkilauan di dalam hatiku.

Terkadang, di tengah hiruk pikuk jalanan, tiba-tiba saya teringat akan musim bunga di tahun-tahun sebelumnya, dengungan lebah yang tak kenal lelah di bawah sinar matahari pagi. Karena itu, saya masih percaya bahwa, di sudut kecil taman saya, lebah-lebah dalam ingatan saya masih bersemayam. Ada gadis kecil dari tahun-tahun lalu, dengan polosnya mengamati lebah membangun sarangnya, menunggu musim madu seolah-olah itu adalah kegembiraan yang besar. Atau apakah semuanya telah menjadi kenangan, memudar seperti mimpi masa kecil?

Kini setelah dewasa, gadis kecil di masa lalu itu mengerti bahwa mencapai nilai-nilai yang baik membutuhkan proses panjang kerja keras dan kesabaran; penerbangan yang tak terhitung jumlahnya, perjalanan yang tak terhitung jumlahnya, tantangan yang tak terhitung jumlahnya... Apakah kehidupan lebah pernah beristirahat, tidak pernah berhenti? Mungkin itulah sebabnya penyair Che Lan Vien menulis, "Satu tetes madu membutuhkan seribu penerbangan lebah."

Anehnya, saya selalu melihat ketekunan, keteguhan, dan energi tanpa lelah yang luar biasa terpancar dari sayap-sayap yang jauh itu. Untuk mendapatkan sesendok madu, seekor lebah harus terbang dan mengumpulkan nektar dari 4.000 bunga di seluruh dunia. Tanpa perlu menggunakan aturan tiga, orang dapat dengan mudah menghitung bahwa untuk mendapatkan satu sendok madu, lebah akan melakukan 4.000 perjalanan.

Tidak ada jalan pintas, tidak ada penerbangan mudah, karena tetesan manis itu juga merupakan hasil dari kesabaran dan cobaan berat. Di bawah sayap kecil, bunga dapat berbuah, panen akan melimpah, dan tetesan manis yang berkilauan di ranting dan di sudut-sudut taman akan terus mengalir seiring pergantian musim. Dan alam melanjutkan siklusnya, mengikuti tatanan alami bumi dan langit.

Baru-baru ini saya berkesempatan mengunjungi sebuah peternakan lebah. Saya mengamati dengan tenang sarang-sarang kayu yang tertata rapi di perkebunan kopi. Di sinilah madu, serbuk sari, dan larva disimpan, dan tempat lebah-lebah itu tinggal. Ketika saya tiba, sekelompok lebah pekerja sedang sibuk mengambil madu, jadi saya mencoba setetes madu yang baru diambil. Madu itu menyentuh lidah saya, mengungkapkan aroma ladang yang jauh, kenangan migrasi gunung yang masih melekat, gema musim berbunga di masa lalu, dan sekilas perjalanan tanpa lelah di sayap mereka yang halus.

Aku mengamati lebah-lebah itu dengan tenang, menyadari perjalanan mereka seperti pelayaran ke laut lepas, sebuah terobosan melintasi garis pemisah kehidupan manusia. Kita pun seperti lebah, meninggalkan sarang kita, zona nyaman kita, untuk dengan percaya diri menghadapi risiko dan hal-hal negatif, yang membawa kita lebih dekat kepada hal-hal berharga dalam hidup. Ada hari-hari setenang danau yang tenang, dan hari-hari badai yang membuat kita goyah, lelah, dan ingin menyerah. Tetapi kita tetap harus menghadapi tantangan, karena kita tahu bahwa di depan kita terbentang ladang bunga yang ditaburi benih kebahagiaan.

Suatu hari di bulan Maret, angin sepoi-sepoi bertiup melintasi halaman depan. Lebah-lebah terus terbang di tengah angin, dengan gigih dan penuh pengabdian melakukan tarian mereka yang tak kenal lelah. Mungkin hidup juga seperti itu: teruslah maju, teruslah berpetualang ke depan, teruslah tekun, dan nektar manis akan menantimu di ujung jalan.

Sumber: https://baogialai.com.vn/theo-canh-ong-bay-post316486.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Berfoto dengan idola (2)

Berfoto dengan idola (2)

Bangga dengan Vietnam

Bangga dengan Vietnam

5 T

5 T