Bagi banyak wisatawan, Singapura identik dengan bangunan modern dan gaya hidup yang dinamis. Namun, perjalanan Jun Pham dimulai di Mandai – sebuah daerah yang dianggap sebagai "paru-paru hijau" negara pulau tersebut.
Temukan kembali ketenangan hidup di tengah alam Mandai.
Pagi harinya, penyanyi itu berjalan-jalan di Mandai Boardwalk – jalur sepanjang 3,3 km yang membentang di sepanjang River Wonders dan Kebun Binatang Singapura. Di tengah hijaunya pepohonan yang menghadap Waduk Upper Seletar, ia menikmati momen relaksasi, sejenak melepaskan diri dari jadwal sibuknya untuk menyatu dengan alam.
![]() |
Saat berjalan-jalan menikmati alam di Mandai, Jun Pham menemukan sisi lain dari Singapura. |
Perhentian selanjutnya adalah Rainforest Wild Adventure West (sekarang bernama Rainforest Wild Asia) – taman margasatwa bertema petualangan pertama di Asia. Jalur yang terinspirasi oleh hutan hujan tropis dan pengalaman interaktif di lingkungan terbuka menawarkan sensasi penemuan yang benar-benar autentik. Saat ini, tempat ini menjadi rumah bagi 58 spesies hewan yang hidup dalam kondisi semi-alami, memungkinkan pengunjung untuk lebih dekat dengan dunia liar.
Melalui pengalamannya di Mandai, Jun Pham menemukan Singapura yang sangat berbeda—lebih hijau, lebih tenang, dan menunjukkan bagaimana kota ini menyeimbangkan pembangunan modern dengan konservasi alam.
Jelajahi kehidupan liar saat kota bermekaran.
Saat malam tiba, Jun Pham melanjutkan perjalanannya di Night Safari – salah satu pengalaman khas Singapura. Berbeda dengan cagar alam yang biasa kita kenal, tempat ini membuka dunia liar yang semarak di mana hewan-hewan memulai fase paling aktif mereka di siang hari.
Selama tur Safari Tram Adventure, penyanyi tersebut berkesempatan untuk mengamati banyak spesies hewan di lingkungan yang dekat dengan alam. Momen yang paling berkesan adalah pengalaman memberi makan badak India secara pribadi, yang memberikan rasa keterhubungan khusus dengan dunia liar.
Pertemuan tak terduga dengan tapir Malaya, singa, dan berbagai hewan nokturnal juga turut menambah kesan malam yang tak terlupakan. Dari berjalan-jalan di alam pada siang hari hingga menjelajahi gemerlap lampu kota, Mandai memberinya perspektif berbeda tentang Singapura, tempat alam dan kehidupan modern hidup berdampingan secara harmonis.
"Luangkan satu hari penuh di Mandai untuk menjelajahi berbagai pengalaman alam, mulai dari jalur hijau yang rimbun dan tenang di siang hari hingga satwa liar yang semarak di Night Safari saat malam tiba," ujar Jun Pham.
Lingkungan-lingkungan yang menceritakan kisah budaya Singapura.
Setelah meninggalkan Mandai, Jun Pham menghabiskan waktu menjelajahi lingkungan bersejarah untuk merasakan kehidupan sehari-hari di Singapura. Alih-alih mengunjungi landmark ikonik yang sudah dikenal, perjalanan ini membawa penyanyi tersebut lebih dekat dengan budaya lokal melalui arsitektur, kuliner, dan jalan-jalan yang sarat akan sejarah.
![]() |
Inilah hidangan-hidangan yang dicicipi Jun Phạm di pusat jajanan di Chinatown. |
Di Chinatown, deretan ruko berwarna-warni, pusat jajanan yang ramai, dan kerumunan orang menciptakan suasana yang penuh nostalgia sekaligus semarak. Jun Pham menghabiskan waktu menjelajahi Pusat Kuliner Kompleks Chinatown, menikmati hidangan lokal, dan merasakan karakteristik unik budaya jajanan – bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Singapura.
![]() |
Lukisan mural di Chinatown. |
Sementara Chinatown identik dengan hiruk pikuk, Tiong Bahru menawarkan gaya hidup yang lebih santai. Distrik bersejarah ini memukau dengan arsitektur Art Deco yang khas, jalanan yang tenang, serta toko buku, toko desain, dan kafe yang terletak di antara banyak bangunan bersejarah. Pada suatu sore yang santai, ia mengunjungi Tiong Bahru Bakery, menikmati suasana yang tenang dan mengamati kehidupan lokal yang berjalan lambat.
![]() |
Jun Phạm menikmati kopi sore di Tiong Bahru Bakery. |
Perjalanan berlanjut di Katong-Joo Chiat, sebuah lingkungan yang terkenal dengan deretan ruko Peranakan yang semarak. Di antara bangunan-bangunan yang terpelihara terdapat kafe, toko roti artisanal, dan toko-toko yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Bagi Jun Pham, tempat ini jelas mencerminkan perpaduan budaya dan semangat kreatif yang telah berkontribusi pada identitas unik Singapura.
![]() |
Katong - Joo Chiat, dengan deretan ruko-ruko berwarna cerah. |
Alih-alih mengikuti jadwal yang padat atau daftar destinasi wajib kunjungan, penyanyi itu memilih untuk menjelajahi Singapura dengan perjalanan spontan. Dari warung makan yang ramai di pusat jajanan dan kafe kecil di Tiong Bahru hingga jalanan berwarna-warni di Katong-Joo Chiat, setiap pengalaman berkontribusi pada momen-momen tak terlupakan dan perspektif yang lebih intim tentang negara kepulauan tersebut.
Jun Pham berbagi: “Luangkan lebih banyak waktu untuk berjalan dan jangan terburu-buru. Terkadang, pengalaman paling berkesan datang dari kafe yang Anda temukan secara tidak sengaja atau sudut jalan yang awalnya tidak direncanakan.”
Sumber: https://znews.vn/theo-chan-jun-pham-tim-cam-hung-o-singapore-post1658499.html














