Pada tanggal 22 April, sebuah lokakarya bert名为 "Penerapan AI dan Data dalam Penelitian dan Pengembangan Produk Pangan" diadakan di Kota Ho Chi Minh , yang diselenggarakan oleh Pusat Promosi Perdagangan dan Investasi Kota Ho Chi Minh (ITPC) bekerja sama dengan Pusat Dukungan dan Konsultasi Transformasi Digital Kota Ho Chi Minh (DXCenter).
Acara tersebut memamerkan solusi digital yang membantu bisnis mengoptimalkan produksi, mempersingkat waktu pengembangan produk, dan meningkatkan daya saing. Acara ini juga mengakhiri serangkaian lima lokakarya tematik dalam kerangka Pameran Makanan dan Minuman Internasional Kota Ho Chi Minh ke-5 (HCMC FOODEX 2026).

Bapak Le Anh Hoang - Wakil Direktur ITPC.
Dalam konferensi tersebut, Bapak Le Anh Hoang, Wakil Direktur ITPC, mengatakan bahwa kecerdasan buatan hadir di hampir semua tahapan operasional bisnis, mulai dari menganalisis preferensi pelanggan dan mengoptimalkan formula penelitian dan pengembangan produk hingga memprediksi tren konsumen di platform e-commerce.
Menurut para pemimpin ITPC, AI bukan lagi teknologi masa depan tetapi telah menjadi alat penting dalam manajemen bisnis modern, terutama di industri Makanan dan Minuman, salah satu dari empat industri utama Kota Ho Chi Minh. Penerapan AI dan data dunia nyata dianggap sebagai faktor kunci dalam membantu bisnis meningkatkan daya saing mereka di pasar yang berubah dengan cepat dengan tuntutan kualitas yang semakin tinggi.
Platform cerdas memungkinkan bisnis untuk mendeteksi risiko dalam produksi sejak dini, mengelola rantai pasokan secara efektif, mengontrol kualitas, dan menganalisis tren konsumen untuk mengembangkan strategi yang tepat.
Menurut Dr. Nguyen Ba Thanh, Direktur Institut Bioteknologi dan Pangan (Universitas Industri Kota Ho Chi Minh), ukuran pasar AI di industri pangan diperkirakan akan mencapai US$18,3 miliar pada tahun 2026 dan dapat meningkat menjadi US$84-88 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sekitar 39%.
Namun, industri makanan masih menghadapi banyak tantangan, dengan siklus pengembangan produk baru yang panjang yaitu 18-36 bulan, biaya penelitian yang tinggi, dan perubahan selera konsumen yang cepat. Sekitar 80% produk baru ditolak dari pasar dalam tahun pertama.
Penerapan data dan AI dapat membantu mempersingkat waktu pengembangan produk hingga 50%, membawa produk ke pasar dalam waktu 3-9 bulan, sekaligus mengurangi biaya evaluasi sensorik sekitar 40%. Menurut Bapak Thanh, data merupakan fondasi yang sangat penting, tetapi faktor penentu tetaplah kombinasi teknologi dan keahlian tim spesialis.

Para ahli membahas aplikasi praktis AI dan data dalam penelitian dan pengembangan produk makanan.
Dari perspektif operasional, Bapak Phi Anh Tuan, Kepala Dewan Konsultasi Transformasi Digital untuk Sektor Negara dan Perusahaan di DXCenter, menyatakan bahwa teknologi computer vision membuka jalan baru bagi pabrik makanan. Ketika diintegrasikan ke dalam lini produksi, sistem ini dapat mendeteksi cacat visual dengan akurasi lebih dari 95%, membantu meningkatkan efisiensi pengendalian mutu.
Berkat otomatisasi, bisnis dapat mengurangi tingkat produk cacat sebesar 30-70% dan menghemat 40-60% biaya personel pengendalian mutu. Secara bersamaan, model pengambilan keputusan otomatis membantu mengoptimalkan inventaris, mengurangi tingkat stok sebesar 20-40%, menurunkan tingkat pembatalan hingga 60%, dan meningkatkan respons layanan sebesar 10-20%.
Menurut para ahli, kombinasi visi komputer dan sistem pengambilan keputusan otomatis akan membentuk model manajemen cerdas yang mampu memperingatkan risiko, menyarankan penyesuaian, dan mencegah insiden sejak dini dalam rantai pasokan. Ini adalah langkah penting yang akan membantu industri makanan bergerak menuju model pabrik pintar, mengoptimalkan biaya sekaligus memastikan kualitas dan keamanan pangan.
Melalui lokakarya ini, ITPC berharap agar pelaku bisnis dapat memperoleh lebih banyak alat untuk mengoptimalkan sumber daya, membangun strategi jangka panjang, dan meningkatkan kemampuan inovasi, sehingga meningkatkan nilai dan secara bertahap memperkuat posisi industri makanan Vietnam di pasar internasional.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/chuyen-doi-so/thi-truong-ai-nganh-thuc-pham-phat-trien-bung-no/20260422050126542








Komentar (0)