Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Adaptasi bersyarat

VHO - Survei Gallup terbaru mengungkapkan realitas yang bukan hal baru tetapi semakin jelas: kecerdasan buatan (AI) dengan cepat menjadi alat yang lazim di tempat kerja, namun skeptisisme para pekerja Amerika belum hilang dan bahkan mungkin meningkat.

Báo Văn HóaBáo Văn Hóa20/04/2026

Adaptasi bersyarat - gambar 1
Kecerdasan buatan (AI) dengan cepat menjadi alat yang umum digunakan di tempat kerja.

Jika dilihat dari angkanya, trennya cukup jelas. Sekitar 30% karyawan melaporkan menggunakan AI secara teratur, sementara 20% lainnya hanya menggunakannya sesekali. Namun, perlu dicatat bahwa hampir 50% tenaga kerja hampir tidak menggunakan AI, meskipun banyak dari mereka bekerja di organisasi yang telah menerapkan teknologi tersebut. Dengan kata lain, memiliki AI dan menggunakan AI adalah dua hal yang berbeda.

Dari sisi positif, AI membuktikan nilainya yang jelas dalam hal produktivitas. Di antara mereka yang bekerja di perusahaan yang telah mengadopsi AI, sekitar dua pertiga percaya bahwa teknologi tersebut telah memberikan dampak positif pada efisiensi kerja.

Angka ini bahkan lebih tinggi di kalangan manajer, dengan sekitar 70% pemimpin yang menggunakan AI percaya bahwa hal itu membantu mereka bekerja lebih efisien, dibandingkan dengan hanya sedikit di atas 50% di tingkat karyawan. Ini tidak mengherankan, karena AI sangat cocok untuk tugas-tugas yang melibatkan sintesis, pengambilan keputusan, atau pemrosesan sejumlah besar informasi.

Namun, gambaran keseluruhannya tidak sepenuhnya menggembirakan. Meskipun mengakui manfaatnya, banyak pekerja tetap menjauhi AI. Menurut survei, 46% dari mereka yang tidak menggunakan AI mengatakan bahwa mereka lebih menyukai metode kerja mereka saat ini. Sebanyak 40% lainnya menyebutkan alasan yang lebih mendalam seperti kekhawatiran tentang privasi data, masalah etika, atau kurangnya keyakinan bahwa AI akan benar-benar bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Bahkan 25% yang mencoba AI menyimpulkan bahwa AI tidak memberikan nilai yang mereka harapkan.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa hambatan terbesar bagi AI bukanlah teknologi, melainkan kepercayaan. Seiring dengan penyebaran AI, ketakutan akan kehilangan pekerjaan juga meningkat, dengan 18% pekerja Amerika percaya bahwa mereka dapat digantikan dalam lima tahun ke depan (naik dari 15%), dan bahkan mencapai 23% di perusahaan yang telah menerapkan AI.

Jelas, para pekerja tidak sepenuhnya menentang AI. Sebaliknya, mereka mendekatinya secara selektif, menggunakan AI untuk tugas-tugas berulang guna menghemat waktu, tetapi tetap menyerahkan tugas-tugas inti kepada manusia. Ini bukanlah penolakan terhadap teknologi tersebut, melainkan bentuk "adaptasi terkondisi".

Bagi bisnis, tantangannya bukan hanya tentang menerapkan alat. Dengan hampir separuh karyawan masih belum menggunakannya, manfaat AI jelas belum dimanfaatkan sepenuhnya. Tanpa mengatasi kekhawatiran tentang keandalan, transparansi data, dan peran AI, kesenjangan antara potensi dan realitas akan semakin melebar.

Dapat dikatakan bahwa AI berkembang sangat pesat, tetapi manusia tetap berhati-hati. Dan kehati-hatian inilah yang akan menentukan apakah AI akan menjadi asisten yang ampuh atau hanya alat ampuh yang belum dapat dipercaya.

Sumber: https://baovanhoa.vn/nhip-song-so/thich-nghi-co-dieu-kien-220813.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Tanah air di hatiku

Tanah air di hatiku

Lari cepat

Lari cepat

rumah etnis Thailand

rumah etnis Thailand