Dia adalah seorang guru taman kanak-kanak, selalu lembut dan berdedikasi kepada murid-muridnya. Di sekolah, anak-anak menyayanginya; dan di rumah, dia mencurahkan kasih sayangnya pada tanaman pot, bunga, dan taman kecilnya yang indah. Dia senang menanam mawar, sukulen, tomat, dan terutama tanaman mentimun hijau suburnya. Baginya, merawat tanaman adalah sebuah kegembiraan, cara untuk bersantai setelah bekerja di sekolah.
Namun kemudian, suatu hari ia menemukan bahwa ketika tanaman mentimunnya mulai berbunga dan berbuah, seekor tupai sering mengunjungi kabel listrik di dekatnya. Tupai itu dengan lincah melompat bolak-balik dan tanpa malu-malu "mencuri" bunga dan mentimun muda yang telah ditanamnya. Melihat tanamannya yang dirawat dengan cermat dihancurkan, ia sangat kesal. Tetangganya menyarankan agar ia membeli perangkap untuk menangkap tupai nakal itu.
Beberapa hari kemudian, perangkap itu akhirnya menangkap seekor tupai besar. Pagi itu, dia segera memasukkannya ke dalam sangkar dan bergegas ke sekolah. Saat istirahat, dia bercerita kepada anak-anak tentang tupai kecil itu. Dia bertanya kepada mereka, "Menurut kalian, apa yang harus saya lakukan dengan tupai ini? Haruskah saya memberikannya kepada tetangga yang suka memelihara burung, atau haruskah saya melepaskannya kembali ke hutan?" Seketika, puluhan tangan kecil terangkat, dan mereka semua berkata serempak, "Lepaskan tupai itu kembali ke hutan, biarkan ia kembali ke rumahnya!"
Mendengar kata-kata anak-anak, saya merasa lega dan semakin menyayangi kepolosan mereka. Namun, ketika saya sampai di rumah dan memberi tahu mereka tentang keputusan saya, kedua anak saya memohon, "Bu, ayo kita pelihara tupai itu! Ayo kita rawat agar ia tidak perlu takut kelaparan atau matahari dan hujan lagi!" Sepanjang malam itu, saya gelisah dan berpikir. Pada akhirnya, saya tetap memutuskan untuk mengembalikan tupai itu ke alam, tempat asalnya.
Pada Minggu pagi, putranya mengantarnya dan tupai itu ke hutan di komune Phuoc Dong. Ia dengan lembut membuka pintu kandang agar tupai itu melompat keluar. Tupai itu ragu sejenak, lalu melesat cepat ke dedaunan hijau yang rimbun, perlahan menghilang ke dalam hutan yang lebat. Melihat tupai itu pergi, ia tersenyum bahagia, merasa bahwa ia baru saja melakukan hal yang benar.
NGUYEN THANH TAM
Sumber: https://baokhanhhoa.vn/van-hoa/202411/thien-nhien-b970f70/






Komentar (0)