Mengapa awan-awan putih itu begitu ragu-ragu dan bimbang?
Batang pohon api tua itu seperti orang bodoh yang sedang jatuh cinta.
Apa lagi yang tersembunyi di balik hari-hari ketidakhadiran itu?
Selama lebih dari dua puluh tahun, musim panas tetap menjadi kenangan yang berharga.
Bacalah puisi yang ditulis seseorang di halaman sekolah.
Hari dengan awan yang berarak dan hujan deras tiba-tiba.
Ada air mata pahit dari cinta pertama.
Karena tak mampu berbicara, mereka tetap diam.
Dia yang mencintaiku saat aku mengenakan kemeja putih.
Bunga-bunga liar menerangi malam dengan kenangan.
lalu seperti batu yang polos… tertutup lumut hijau
Mengurai benang-benang takdir yang berubah-ubah yang mengikat mimpi-mimpiku.
Gaya lama, puisi cinta yang paling menyayat hati.
Seperti matamu, mengenang hari ketika kau mengikuti orang lain.
seolah-olah jantung seseorang masih bergema dengan suara jangkrik yang masih terngiang.
Di musim panas tahun-tahun sebelumnya, saya biasa menunggu di dekat pintu kelas...
Sumber: https://baoquangnam.vn/tho-tinh-cho-mua-ha-3157122.html






Komentar (0)