Tuan Le Trung Hieu dengan hati-hati menggambar setiap goresan pada produk keramik Bien Hoa. |
Meskipun tidak lahir dari keluarga pengrajin tembikar, Le Trung Hieu tetap meneliti, mengeksplorasi, dan mempelajari profesi tembikar. Hieu mempelajari desain busana di Universitas Arsitektur Kota Ho Chi Minh, dan setelah lulus, ia bekerja sebagai perancang busana. Namun, ia memiliki ketertarikan khusus pada tembikar Selatan, khususnya tembikar Bien Hoa. Ia meneliti secara mendalam sejarah, teknik, dan filosofi tembikar Bien Hoa, dan mencari para perajin yang lebih tua untuk mempelajari rahasia mereka. Hieu memberikan perhatian khusus pada teknik glasir batu tradisional dan pembakaran kayu – elemen-elemen yang membentuk jiwa tembikar Bien Hoa.
Perbedaan sekaligus kekuatan Tuan Hieu terletak pada caranya yang terampil memadukan nilai-nilai tradisional dengan pemikiran modern dalam setiap produk keramiknya. Ia berfokus pada tema bunga dan makhluk-makhluk kecil, tetapi ia mengekspresikannya dengan cara yang bergaya dan penuh perhitungan, menggambarkan keindahan alam dengan cara yang segar dan halus. Karya-karyanya juga mengandung harapan akan keberuntungan menurut filosofi Timur.
Perjalanan Pak Hieu menuju profesi tembikar bukannya tanpa tantangan. Ia mengalami "pelajaran pahit" dari tanah liat yang terkelupas, keramik yang retak, warna glasir yang kurang memuaskan, atau tekanan finansial. Namun, dengan kesabaran, semangat, dan kemampuan belajar mandiri, ia perlahan-lahan mengatasinya. Kegigihan Pak Hieu membuahkan hasil ketika karyanya terpilih untuk berpartisipasi dalam pameran "Duyen Ky Ngo" di Asosiasi Seni Rupa Kota Ho Chi Minh pada 23-29 Desember 2024. Hal ini bukan hanya pengakuan atas bakat pribadinya, tetapi juga pertanda positif bagi kebangkitan tembikar Bien Hoa.
Bapak Le Trung Hieu tidak berhenti pada pembuatan tembikar. Ia memiliki impian yang lebih besar: menciptakan komunitas anak muda yang mencintai tembikar Bien Hoa, menyelenggarakan lokakarya berbasis pengalaman, dan bahkan membawa inti sari tembikar Bien Hoa ke pasar internasional. Kisahnya menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang ingin kembali ke akar dan memanfaatkan masa mudanya untuk menciptakan nilai-nilai berkelanjutan bagi budaya Vietnam.
Untuk mendekatkan keramik dengan generasi muda, Bapak Hieu memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram dan Threads untuk promosi. Ia mengubah "rekaman" keramik yang terkesan membosankan menjadi cerita yang menarik, menarik minat generasi muda dan komunitas pecinta seni. Video stensilan keramik, dekorasi, atau gambar produk yang berkilauan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga cara bagi Bapak Hieu untuk menginspirasi nilai keramik Bien Hoa secara dekat dan modern.
Quang Dinh
Sumber: https://baodongnai.com.vn/van-hoa/202508/thoi-lan-gio-moi-cho-gom-bien-hoa-80d2111/
Komentar (0)