
Grup Young Posse - Foto: Beats Entertainment
Audiens global semakin terbuka terhadap keberagaman dalam ekspresi diri, dan banyak grup idola tidak lagi terbatas pada stereotip maskulin atau feminin tradisional. Sebaliknya, mereka memilih jalur baru yang menekankan individualitas dan identitas, membuka peluang eksperimen berani bagi industri hiburan Korea.
Batasan gender secara bertahap semakin kabur.
Selama bertahun-tahun, citra grup Kpop hampir seluruhnya dibangun berdasarkan stereotip yang jelas. Grup pria biasanya diasosiasikan dengan kekuatan dan maskulinitas, sementara grup wanita mengejar citra yang lembut, feminin, atau imut. Formula ini membantu Kpop mendefinisikan identitasnya dan menaklukkan audiens di seluruh dunia .
Namun, pergeseran persepsi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda, menciptakan peluang bagi para seniman untuk bereksperimen dengan bentuk-bentuk ekspresi baru. Konsep-konsep yang dulunya dianggap tidak konvensional atau sulit diakses kini diterima sebagai bagian alami dari proses kreatif.

Grup Badvillain (Foto: BPM Entertainment)
Banyak grup idola generasi baru menunjukkan pergeseran yang jelas ini. Grup pria seperti NCT Wish memilih citra yang lembut dan anggun alih-alih menekankan kekuatan. Sementara itu, grup wanita seperti Young Posse dan Badvillain membangun citra yang lebih berani dan bergaya jalanan, yang sebelumnya sering dikaitkan dengan grup pria.
Menurut kritikus budaya Kim Heon Sik, perubahan ini mencerminkan evolusi alami K-pop. Ia berpendapat bahwa industri idola sebelumnya sangat bergantung pada citra maskulin dan feminin yang didefinisikan secara jelas. Namun, seiring dengan meluasnya pengaruh global K-pop, standar yang kaku ini secara bertahap mengungkapkan keterbatasan kreativitas para artis. "Saat ini, penonton lebih terbuka terhadap beragam bentuk ekspresi dan juga lebih tertarik pada keunikan dan keaslian yang dibawa oleh para artis."
Pergeseran ini menunjukkan bahwa Kpop bukan lagi tentang persaingan berdasarkan penampilan atau formula idola yang sudah dikenal, tetapi bergerak menuju nilai-nilai individual dan identitas yang unik.
Langkah berisiko Slovakia
Salah satu contoh paling jelas dari gelombang eksperimen baru ini adalah Xlov. Debut pada Januari 2025 dengan empat anggota, Wumuti, Rui, Haru, dan Hyun, boy band ini dengan cepat menarik perhatian karena membangun citra berdasarkan konsep netralitas gender.
Berbeda dengan banyak artis sebelum mereka yang hanya bereksperimen dengan gaya netral untuk jangka waktu singkat atau produk tertentu, Xlov memandang gaya tersebut sebagai fondasi seluruh identitas grup. Mulai dari kostum panggung yang menampilkan rok hingga gerakan tari yang terinspirasi oleh voguing, setiap elemen dirancang untuk menghancurkan stereotip lama tentang citra grup idola pria.

Grup Xlov (Foto: 257 Entertainment)
Saat pertama kali debut, Xlov menghadapi banyak keraguan. Banyak yang mempertanyakan apakah sebuah boy group yang secara terbuka mengejar citra netral gender dapat bertahan dan berkembang di pasar Kpop, yang masih menyimpan banyak prasangka.
Kenyataannya membuktikan sebaliknya. Meskipun pendatang baru, Xlov terus memperluas pengaruhnya baik di dalam negeri maupun internasional. Menurut perusahaan manajemen mereka, grup ini saat ini memiliki sekitar 7,8 juta pendengar bulanan di YouTube Music dan lebih dari 2,3 juta pendengar di Spotify.
Tur Eropa pertama band ini mencatatkan tiket terjual habis di Inggris, Prancis, dan Rumania. Konser peringatan satu tahun mereka juga terjual habis hanya dalam satu menit. Sementara itu, EP mereka, *I , God*, yang dirilis pada bulan Mei, terjual 220.000 kopi di minggu pertama, peningkatan lebih dari 160% dibandingkan rilisan mereka sebelumnya.
Menurut kritikus budaya Kim Heon Sik, penerimaan positif dari pasar internasional sebagian mencerminkan tren global meningkatnya keterbukaan terhadap berbagai bentuk ekspresi gender.
Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan apakah tren netral gender akan menjadi tren jangka panjang di Kpop atau hanya fenomena sementara, kesuksesan Xlov tetap signifikan. Ini menunjukkan bahwa industri idola Korea siap melangkah keluar dari batasan yang sudah dikenal dan melakukan terobosan.
Seiring K-pop terus memperluas pengaruhnya secara global, eksperimen dalam identitas, citra, dan cara terhubung dengan audiens kemungkinan akan menjadi semakin umum. Dan langkah-langkah berani inilah yang membantu membentuk wajah baru bagi salah satu industri hiburan paling dinamis di dunia saat ini.
Sumber: https://vtv.vn/thu-nghiem-moi-cua-kpop-100260623044618038.htm






