Pada malam 10 Agustus, dalam pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan Telegram, Perdana Menteri Hun Sen memposting foto kabinet Kamboja yang akan datang.
Setelah pertemuan antara kabinet saat ini dan kabinet baru di markas besar Partai Rakyat Kamboja (CPP) di Phnom Penh pada malam 10 Agustus, dalam pesan yang dikirim melalui aplikasi pesan Telegram, Perdana Menteri Hun Sen, Presiden CPP, memposting foto kabinet Kamboja yang akan datang.
Menurut rancangan daftar anggota kabinet, Pemerintah Kerajaan Kamboja untuk masa jabatan baru (2023-2028) akan mencakup 1 perdana menteri, 10 wakil perdana menteri, 11 menteri senior, dan 30 menteri.
Foto-foto kabinet Kamboja saat ini dan yang baru diunggah oleh Perdana Menteri Hun Sen melalui aplikasi perpesanan Telegram. Foto AKP |
Pada tanggal 7 Agustus, Raja Kamboja Norodom Sihamoni menyetujui dekrit kerajaan yang mengangkat Dr. Hun Manet, 45 tahun, sebagai Perdana Menteri Kamboja untuk masa jabatan baru.
Rencananya, Majelis Nasional Kamboja ke-7 akan menggelar sidang perdananya pada 21 dan 22 Agustus. Jika disetujui oleh Majelis Nasional Kamboja, Bapak Hun Manet diperkirakan akan resmi mengambil sumpah jabatan sebagai Perdana Menteri Kamboja pada 22 Agustus.
Berdasarkan hasil yang diumumkan oleh Komite Pemilihan Nasional Kamboja, dalam pemilihan Majelis Nasional Kamboja ke-7 yang diselenggarakan pada 23 Juli, terdapat 125 kandidat terpilih sebagai anggota parlemen. Dari jumlah tersebut, 120 anggota parlemen berasal dari Partai CPP dan 5 anggota parlemen berasal dari Partai Royalis FUNCINPEC.
Perdana Menteri Kamboja yang baru, Hun Manet, lahir pada 20 Oktober 1977 di Desa Koh Thmor, Distrik Memot, Provinsi Kampong Cham (sekarang Provinsi Tbong Khmum). Ia adalah putra sulung Perdana Menteri Hun Sen dan istrinya, Bun Rany Hun Sen.
Hun Manet mendaftar di militer pada tahun 1995. Pada tahun yang sama, ia masuk Akademi Militer Amerika Serikat, yang juga dikenal sebagai West Point, salah satu lembaga pelatihan militer paling bergengsi di militer AS. Empat tahun kemudian, ia menjadi orang Kamboja pertama yang lulus dari akademi tersebut. Ia juga meraih gelar magister ekonomi dari Universitas New York pada tahun 2002, diikuti dengan gelar doktor dari Universitas Bristol di Inggris pada tahun 2008.
Setelah menjalani pelatihan di luar negeri, Hun Manet bergabung dan memimpin Satuan Tugas Antiterorisme Nasional Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja dengan pangkat Kolonel pada tahun 2008. Sejak saat itu, dengan kemampuannya yang luar biasa, ia telah mencapai kemajuan pesat, memegang berbagai posisi tinggi di Tentara Kerajaan Kamboja. Dari tahun 2018 hingga menjelang pemilihan umum tahun 2023, ia menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi dan Panglima Tentara Kerajaan Kamboja dengan pangkat Jenderal bintang 4. Ia adalah anggota Komite Tetap Komite Sentral Partai Rakyat Kamboja dan Ketua Komite Sentral Komite Urusan Pemuda Partai Rakyat Kamboja.
DUY HOAN (menurut AKP)
*Silakan kunjungi bagian Internasional untuk melihat berita dan artikel terkait.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)