![]() |
| Tottenham semakin terpuruk dalam krisis. (Sumber: Getty Images) |
Pagi ini (11 Maret), Tottenham mengunjungi stadion Atletico Madrid untuk leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Dalam pertandingan ini, Spurs tertinggal 0-4 setelah hanya 22 menit, menyusul gol-gol dari Llorente, Griezmann, Alvarez, dan Le Normand untuk Atletico.
Setelah kebobolan gol secara beruntun dalam waktu 16 menit (dari menit ke-6 hingga ke-22), Spurs berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-26 berkat gol dari Porro.
Di babak kedua, Tottenham kebobolan gol kelima pada menit ke-55 melalui Alvarez, yang melengkapi brace-nya dalam pertandingan tersebut. Setelah tertinggal 1-5, Spurs mengerahkan seluruh kemampuan mereka dan menambah gol lagi pada menit ke-76 melalui Solanke, namun akhirnya kalah dengan skor 2-5.
Setelah menderita kekalahan telak melawan Atletico Madrid di leg pertama, Spurs menghadapi risiko tinggi tersingkir dari Liga Champions, meskipun mereka masih memiliki leg kedua di kandang pada 19 Maret.
Selain itu, kekalahan ini juga berarti Tottenham Hotspur telah mengalami enam kekalahan beruntun di semua kompetisi sejak hasil imbang 2-2 melawan Man City pada 1 Februari di Liga Premier.
Dari enam kekalahan terakhir Spurs, empat di antaranya merupakan kekalahan beruntun di bawah manajer baru Igor Tudor. Menurut statistik Opta, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Tottenham mereka kalah enam pertandingan beruntun di semua kompetisi.
Dengan demikian, Spurs telah mencetak dua rekor yang tidak diinginkan dalam seminggu terakhir. Sebelum mengalami rentetan enam kekalahan beruntun di semua kompetisi, Tottenham mencetak rekor buruk dengan menjalani 11 pertandingan Liga Premier berturut-turut tanpa kemenangan untuk pertama kalinya setelah kalah dari Crystal Palace di putaran ke-29 pada 6 Maret (7 kekalahan, 4 hasil imbang).
Bukan tidak mungkin Spurs akan memperpanjang performa buruk ini di putaran ke-30 Liga Premier pada 15 Maret ketika mereka bertandang ke Liverpool. Jika mereka tersandung di pertandingan mendatang, tim Igor Tudor bisa jatuh ke zona degradasi, karena mereka hanya unggul satu poin dari tiga tim terbawah (29 berbanding 28).
Sumber: https://baoquocte.vn/thua-tham-tottenham-lap-ky-luc-khong-mong-muon-367953.html







