
"Dibuat sesuai pesanan"
Terletak di Klaster Industri Tan Dan (Kelurahan Le Dai Hanh), Dong A Aluminum Co., Ltd. mengkhususkan diri dalam produksi, pengolahan, dan ekspor profil aluminium untuk sejumlah mitra strategis asing. Operasi perusahaan terkait erat dengan setiap kontrak pengolahan ekspor dan setiap pengiriman yang dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati. Terkadang, beberapa pesanan pengolahan mencapai jutaan USD per bulan.
Bagi perusahaan ini, fluktuasi nilai tukar berdampak langsung pada kinerja bisnis. Ketika nilai tukar USD/VND meningkat, pendapatan mungkin meningkat pula. Namun, untuk memproduksi barang ekspor, perusahaan harus mengimpor bahan baku, yang berarti biaya juga meningkat secara proporsional. Semakin fluktuatif nilai tukar, semakin besar tekanan pada arus kas dan rencana produksi. Untuk mengurangi risiko, selain meminjam modal untuk produksi, Dong A Aluminum menggunakan produk derivatif valuta asing dari bank, seperti perdagangan valuta asing berjangka. Alat-alat ini membantu perusahaan untuk lebih proaktif dalam menyeimbangkan biaya dan arus kas, membatasi dampak buruk fluktuasi nilai tukar.
Realitas ini menunjukkan bahwa, dalam operasional perusahaan FDI, bank tidak hanya hadir pada saat pendanaan, tetapi juga berpartisipasi dalam manajemen risiko sepanjang siklus produksi. Dari operasional bisnis praktis, dapat dilihat bahwa kredit bank tidak ada sebagai pinjaman terpisah. Aliran modal harus sejalan dengan proses impor bahan baku, produksi, ekspor, dan penagihan pembayaran. Jika satu tahap saja tertunda, seluruh rantai operasional dapat terpengaruh, bahkan menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi komitmen pengiriman kepada mitra asing.
Karakteristik unik ini membuat kredit FDI sulit diterapkan berdasarkan model umum. Alih-alih memberikan pendanaan berdasarkan batasan tetap dan menunggu hingga pelunasan, bank harus secara khusus menyesuaikan pinjaman untuk setiap bisnis individu. Pengukuran ini didasarkan tidak hanya pada jaminan tetapi juga pada pesanan, jadwal pengiriman, dan arus kas aktual yang dihasilkan selama proses produksi.
Menurut Bapak Nguyen Trung Hai, Direktur Vietcombank Hai Phong, kredit FDI selalu disertai dengan layanan seperti jaminan kontrak, pembiayaan perdagangan, pembayaran internasional, dan perdagangan valuta asing. Layanan-layanan ini menentukan apakah bisnis dapat mengimpor bahan baku pada waktu yang tepat, mengirimkan barang tepat waktu, dan menagih pembayaran sesuai rencana. Berdasarkan hal ini, bank merancang batas dan ketentuan pinjaman yang sesuai dengan siklus produksi, alih-alih mencairkan dana sekaligus sejak awal.
Ketika kredit disalurkan dengan cara ini, bank memiliki kendali risiko yang lebih baik, dan bisnis menjadi lebih proaktif secara finansial. Modal pinjaman tidak menjadi beban, melainkan alat untuk mendukung operasional, membantu menjaga produksi yang stabil dalam konteks pasar internasional yang bergejolak.
Berkontribusi dalam menarik investasi asing langsung (FDI).

Selain sekadar melayani bisnis yang sudah ada, kredit perbankan memainkan peran penting dalam menarik dan mempertahankan investasi asing langsung (FDI). Bagi banyak investor asing, akses ke modal berkualitas dan layanan keuangan tepat di wilayah mereka merupakan pertimbangan utama ketika memutuskan untuk memperluas produksi.
Didirikan pada tahun 2003, Ha Hae Vietnam Co., Ltd. adalah salah satu perusahaan FDI pertama yang menjalin hubungan kredit jangka panjang dengan BIDV Hai Duong. Menurut perwakilan perusahaan, pada tahun 2022, ketika pesanan anjlok, menyeimbangkan arus kas dan mempertahankan lapangan kerja menjadi tantangan. Pada saat itu, bank memfasilitasi restrukturisasi pinjaman, sekaligus mengurangi dan memperpanjang jangka waktu pembayaran pokok dan bunga. Seiring dengan pulihnya pesanan secara bertahap, modal terus diberikan untuk membantu bisnis pulih dan memperluas produksi. Hal ini menunjukkan bahwa kredit bank tidak hanya membantu bisnis mengatasi masa-masa sulit tetapi juga meletakkan dasar untuk keputusan investasi selanjutnya. Oleh karena itu, akses ke layanan keuangan lokal semakin dihargai oleh investor asing.
Bapak Do Khac Huy, Direktur BIDV Hai Duong, mengatakan bahwa ketika memperluas investasi, banyak perusahaan FDI tidak hanya memperhatikan suku bunga pinjaman, tetapi juga lebih tertarik pada kemampuan pembiayaan perdagangan, pembayaran internasional, dan manajemen arus kas. Ketika bank secara komprehensif memenuhi kebutuhan ini, bisnis dapat mempersingkat waktu operasional dan mengurangi biaya keuangan.
Menurut banyak direktur bank, penyediaan kredit dan layanan keuangan yang proaktif berkontribusi pada keunggulan Hai Phong dalam menarik FDI. Ketika bisnis dapat mengakses modal, valuta asing, dan produk perbankan berkualitas tepat di lokasi, keputusan investasi dan ekspansi produksi menjadi lebih menguntungkan, terutama dalam konteks persaingan yang semakin ketat untuk menarik FDI antar daerah. Namun, mempromosikan kredit FDI bukan berarti ekspansi dengan segala cara. Bank-bank memahami dengan jelas perlunya mengendalikan kualitas kredit, melakukan peninjauan pelanggan secara berkala, dan memantau dengan cermat pinjaman yang menunjukkan tanda-tanda risiko, menghindari pengorbanan keamanan demi pertumbuhan jangka pendek.
Dari perspektif jangka panjang, kredit perbankan menjadi bagian integral dari lingkungan investasi di Hai Phong. Ketika investor melihat tidak hanya lahan dan infrastruktur, tetapi juga akses yang stabil terhadap pembiayaan, keputusan mereka untuk mendirikan pabrik atau memperluas produksi akan lebih berkelanjutan.
HA KIENSumber: https://baohaiphong.vn/thuc-day-tin-dung-fdi-535235.html






Komentar (0)