![]() |
| Para siswa berpartisipasi dalam kegiatan pengalaman "Satu Jam sebagai Reporter" di situs bersejarah Sekolah Jurnalistik Huynh Thuc Khang. |
Pada kenyataannya, tanpa persiapan sejak dini, mahasiswa jurnalistik dapat dengan mudah merasa kewalahan ketika memasuki lingkungan profesional – di mana tekanan untuk memproses informasi dengan cepat, akurat, dan beradaptasi dengan teknologi semakin tinggi. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran dan cita-cita profesional sejak masa sekolah dianggap sebagai faktor penting dalam membantu kaum muda menekuni jurnalistik secara serius dan berkelanjutan.
Bagi banyak mahasiswa, pertemuan dan diskusi dengan jurnalis berpengalaman tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tetapi juga membantu mereka mendapatkan perspektif yang lebih jelas tentang jalur karier yang mereka pilih.
Do Nhat Anh, seorang mahasiswa tahun ketiga di Institut Jurnalistik, Komunikasi dan Ilmu Interdisipliner, Universitas Sains (Universitas Thai Nguyen), berbagi: "Yang paling membuat saya terkesan adalah bagaimana para jurnalis melihat langsung realitas profesi saat ini. Jurnalistik bukan lagi hanya tentang menulis artikel berita; dibutuhkan para profesional untuk terus memperbarui teknologi mereka, berinovasi dalam pemikiran mereka, dan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat di masyarakat."
Dari perspektif pelatihan, Dr. Le Dinh Hai, dosen di Institut Jurnalisme, Komunikasi, dan Ilmu Interdisipliner, percaya bahwa menciptakan peluang bagi mahasiswa untuk mengakses pengalaman profesional praktis sangatlah penting. Melalui kegiatan berbasis pengalaman, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah jurnalisme revolusioner Vietnam, tetapi juga mengembangkan kesadaran yang lebih mendalam tentang etika profesional dan tanggung jawab sosial jurnalis.
Menurut Dr. Le Dinh Hai, teknologi dan metode jurnalistik mungkin berubah dengan cepat seiring perkembangan masyarakat, tetapi nilai-nilai inti jurnalistik seperti kejujuran, objektivitas, tanggung jawab kepada masyarakat, dan dedikasi terhadap profesi tetap menjadi fondasi yang tak tergantikan.
Tema-tema ini secara jelas ditunjukkan melalui program "Kembali ke Akar" yang diadakan di situs bersejarah Sekolah Jurnalistik Huynh Thuc Khang. Di ruang bersejarah yang penting ini – yang dianggap sebagai tempat lahirnya pelatihan jurnalis revolusioner pertama di negara ini – generasi jurnalis dan mahasiswa memiliki kesempatan untuk secara terbuka bertukar dan berbagi perjalanan profesional, peluang, dan tantangan yang dihadapi jurnalisme di era digital.
Melalui kisah-kisah nyata, siswa memahami bahwa jurnalisme tidak hanya membutuhkan pengetahuan profesional dan keterampilan operasional, tetapi juga cita-cita profesional, semangat dedikasi, dan tanggung jawab jangka panjang terhadap masyarakat.
Dari perspektif seseorang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang jurnalistik, Bapak Nguyen Bao Lam, mantan Ketua Asosiasi Jurnalis Provinsi Thai Nguyen , percaya bahwa mahasiswa jurnalistik perlu secara proaktif membekali diri dengan pengetahuan, keterampilan profesional, dan teknologi jurnalistik modern untuk memenuhi tuntutan praktik yang semakin tinggi. Namun, menurutnya, faktor terpenting tetaplah unsur manusia.
Melalui berbagi yang tulus dan sepenuh hati dari para jurnalis senior, program "Kembali ke Akar" telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi mahasiswa jurnalistik. Mereka tidak hanya mendapatkan akses ke pengalaman profesional praktis, tetapi mereka juga ditanamkan rasa bangga terhadap tradisi jurnalistik revolusioner Vietnam, sehingga meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap profesi yang mereka tekuni.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202606/tiep-lua-nghe-bao-cho-the-he-tre-6bb6458/










