![]() |
Saat dibuka, ukuran iPhone lipat bisa sebanding dengan iPad mini. Foto: Bloomberg . |
Menurut Bloomberg , iPhone lipat Apple yang akan datang akan menerima pembaruan sistem operasi iOS, yang untuk pertama kalinya mendukung tata letak aplikasi ala iPad dan kemampuan untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan. Ini akan meningkatkan kemampuan multitasking, memanfaatkan ukuran layar yang lebih besar.
Tata letak baru Apple diharapkan akan menambahkan bilah menu di sisi kiri layar, mirip dengan tata letak aplikasi iPad saat ini. Pengembang juga akan dapat memperbarui aplikasi mereka agar sesuai dengan antarmuka baru, dan ketika perangkat diputar secara horizontal, perangkat tersebut akan memiliki rasio aspek yang mirip dengan iPad.
Berdasarkan rumor, layar utama iPhone lipat akan berukuran kurang lebih sebesar iPad mini, sedangkan layar luarnya akan sebanding dengan iPhone berukuran lebih kecil.
Layar internalnya diperkirakan akan memiliki rasio aspek lebar, berbeda dengan rasio aspek memanjang yang umum terlihat saat ini. Sumber-sumber mengindikasikan bahwa ini akan menjadi elemen kunci yang akan difokuskan Apple saat mempromosikan perangkat tersebut.
Apple berada di bawah tekanan untuk membedakan diri dengan ponsel pintar lipat. iPhone pertama dengan desain baru ini diperkirakan akan diluncurkan pada bulan September, tujuh tahun setelah pesaingnya, Samsung, meluncurkan Galaxy Z Fold generasi pertama.
"Desain Apple bertujuan untuk membuat perangkat lebih menarik untuk menonton video . Ini juga memudahkan pengembang untuk mendesain ulang aplikasi iPhone agar menyerupai perangkat lunak iPad," kata analis Mark Gurman mengutip sumber anonim.
Meskipun menawarkan pengalaman yang mirip dengan iPad, iPhone lipat ini masih menjalankan sistem operasi iOS standar, bukan iPadOS. Ini berarti produk ini akan mempertahankan sistem multitasking sederhana, bukan kemampuan untuk menjalankan aplikasi dalam mode jendela seperti iPadOS 26.
Namun, rumor menyebutkan bahwa produk ini tetap akan mendukung pengoperasian dua aplikasi secara berdampingan, mirip dengan ponsel lipat dari perusahaan seperti Samsung dan Google.
Selama pengembangan, Apple menyimpulkan bahwa dua kekurangan terbesar dari ponsel lipat saat ini adalah ruang layar yang terbatas dan lipatan yang mudah terlihat. Mengatasi masalah ini bukanlah hal yang mudah, menyebabkan perusahaan memasuki segmen ini jauh lebih lambat daripada para pesaingnya.
Menurut Bloomberg , Apple telah memilih teknologi layar baru untuk meminimalkan lipatan. Meskipun tidak dapat menghilangkannya sepenuhnya, pendekatan ini dapat menawarkan keunggulan kompetitif. Daya tahan juga merupakan masalah utama yang perlu diatasi.
![]() |
Samsung Galaxy Z Fold7. Foto: Bloomberg . |
Layar luar iPhone lipat diperkirakan akan mengintegrasikan kamera selfie berlubang (punch-hole). Apple kemungkinan akan menghapus fitur pengenalan wajah Face ID, dan menggantinya dengan Touch ID yang terintegrasi ke dalam tombol daya, mirip dengan beberapa model iPad.
"Selain solusi ini, Apple tidak punya pilihan lain karena bagian depan iPhone lipat terlalu tipis untuk menampung Face ID. Desain lubang melingkar masih mendukung antarmuka Dynamic Island untuk melihat notifikasi dan pembaruan aplikasi," tegas Gurman.
Dengan desain yang terintegrasi di layar, Apple sedang menguji dua solusi untuk kamera selfie: menyembunyikannya di bawah layar atau menggunakan lubang kecil di bagian atas layar. Selama pengujian, perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa menempatkan kamera di bawah layar menghasilkan kualitas gambar yang lebih rendah.
Bagian belakang iPhone lipat diperkirakan akan memiliki dua kamera belakang, lebih sedikit daripada iPhone Pro. Namun, Apple yakin bahwa layar internalnya yang besar, dukungan multitasking, dan harga sekitar $2.000 akan menjadikan iPhone lipat sebagai perangkat paling premium perusahaan. Perusahaan ini juga bertujuan untuk menarik pengguna ponsel pintar Android lipat untuk beralih ke iPhone lipat.
Sumber: https://znews.vn/thong-tin-moi-ve-iphone-gap-post1634314.html








Komentar (0)