Dalam berita dunia terkini hari ini, 22 Juni, perkembangan penting berfokus pada Iran yang mengkonfirmasi pembicaraan dengan AS di Swiss; Ukraina yang menyatakan bahwa AS sedang bersiap untuk memberikan izin produksi rudal anti-pesawat di negara tersebut; ledakan di fasilitas gas terbesar Qatar; dan Polandia dan Jerman yang memperluas kerja sama pertahanan untuk memperkuat keamanan di sayap timur Eropa.
Iran sedang bernegosiasi dengan AS di Swiss.
Media Iran mengkonfirmasi bahwa pembicaraan antara Teheran dan Washington telah resmi dimulai di Swiss dengan partisipasi mediator internasional.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjabat tangan dengan Wakil Presiden AS JD Vance di Swiss menjelang pembicaraan dengan Iran. (Foto: Reuters)
Menurut televisi pemerintah Iran, pembicaraan yang melibatkan perwakilan dari Iran, AS, dan Qatar tersebut berfokus pada gencatan senjata di Lebanon dan aset Iran yang dibekukan. Mengenai proses perdamaian, para pejabat Iran menegaskan kembali pendirian mereka menentang pengembangan senjata nuklir tetapi tetap berhak untuk memperkaya uranium. Teheran juga menyatakan bahwa mereka tidak akan membahas perjanjian skala besar dengan AS sebelum situasi di Lebanon terselesaikan.
Sumber-sumber diplomatik regional menilai bahwa proses negosiasi telah mencapai beberapa kemajuan, tetapi masih banyak tantangan yang tersisa di fase selanjutnya.
Ukraina menantikan rudal anti-pesawat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan AS sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan perusahaan pertahanan mentransfer lisensi produksi rudal anti-pesawat di Ukraina dan beberapa negara Eropa.
Menurut Zelensky, masalah ini dibahas pada KTT G7 baru-baru ini dan, untuk pertama kalinya, mendapat tanggapan positif dari AS. Pemimpin Ukraina itu percaya bahwa memperoleh lisensi produksi akan membantu Kyiv meningkatkan kemampuan pertahanannya dan mengurangi ketergantungannya pada pasokan eksternal.
Ukraina juga menegaskan bahwa mereka memiliki kemampuan teknis yang memadai untuk berpartisipasi dalam produksi rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot jika mendapat persetujuan dari Washington.
Ledakan besar terjadi di fasilitas gas terbesar Qatar.
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengumumkan bahwa sebuah ledakan serius telah terjadi di kompleks industri gas Ras Laffan, tempat fasilitas produksi gas alam cair (LNG) terbesar di negara itu berada.

Lokasi kejadian. (Foto: Reuters)
Menurut pejabat Qatar, penyebab awalnya dipastikan karena kerusakan teknis di pabrik tersebut. Insiden itu mengakibatkan beberapa orang terluka, namun tidak ada yang mengancam jiwa. Dalam perkembangan terkait, para menteri luar negeri Mesir, Pakistan, Turki, dan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bersama yang menyambut baik pembicaraan perdamaian AS-Iran dan menekankan pentingnya dialog dalam menjaga stabilitas regional.
Para pihak juga berkomitmen untuk terus memperkuat konsultasi dan koordinasi guna mendukung upaya diplomatik di Timur Tengah.
Polandia dan Jerman memperkuat kerja sama pertahanan.
Polandia dan Jerman memasuki fase kerja sama baru setelah menandatangani perjanjian pertahanan yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan sayap timur Eropa.

Jerman dan Polandia menandatangani perjanjian pertahanan baru. (Foto: Reuters)
Kesepakatan tersebut berfokus pada bidang-bidang seperti keamanan siber, pertahanan Laut Baltik, peningkatan mobilitas militer, dan pelaksanaan latihan bersama. Para pejabat dari kedua negara percaya bahwa keamanan Eropa dimulai dari sisi timurnya, dan peningkatan koordinasi akan membantu memperkuat kemampuan pertahanan kolektif NATO.
Dengan latar belakang lingkungan keamanan regional yang terus berkembang, baik Polandia maupun Jerman berharap kemitraan baru ini akan meletakkan dasar bagi rencana pertahanan jangka panjang di masa depan.
Sumber: https://baolangson.vn/tin-the-gioi-noi-bat-trong-ngay-22-6-5096689.html








