Momen berjalan menyusuri lorong bergandengan tangan dengan ayahnya adalah momen tak terlupakan dalam hidup Ibu Lai Thi Thao Vy (komune Vinh Cong, distrik Chau Thanh).
Hari Ayah adalah kesempatan istimewa untuk menghormati dan mengungkapkan rasa terima kasih kepada ayah, kakek, dan semua pria yang berperan sebagai sosok ayah dalam hidup kita. Tahun ini, Hari Ayah jatuh pada hari Minggu, 15 Juni. Di Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang mulai lebih memperhatikan hari ini untuk menghargai pengorbanan diam-diam para ayah. Ini adalah kesempatan bagi setiap anak untuk berhenti sejenak di tengah hiruk pikuk kehidupan, merenung, dan lebih menghargai kasih sayang diam-diam ayah mereka. Itu bisa berupa ucapan terima kasih yang tak terucapkan, pelukan yang sudah lama terlupakan, atau sekadar waktu yang dihabiskan bersama menikmati teh dan mengobrol tentang hal-hal biasa.
Ibu Lai Thi Thao Vy (komune Vinh Cong, distrik Chau Thanh) selalu berbicara tentang ayahnya dengan penuh kasih sayang dan rasa syukur. Baginya, cinta ayahnya tidak diungkapkan dengan kata-kata, tetapi jelas terlihat melalui setiap tindakan kecil namun hangat.
Momen paling berkesan bagi Vy adalah ketika ayahnya menggenggam tangannya saat mereka berjalan menuju altar. Ia berbagi, "Aku sudah duduk di samping ayahku berkali-kali, dan momen itu terasa hangat sekaligus memilukan. Hangat karena sudah lama sekali aku tidak menggenggam tangannya begitu lama, tetapi juga memilukan karena aku menyadari bahwa aku akan meninggalkan pelukannya untuk memulai perjalanan baru." Ikatan antara ayah dan anak perempuan itu dipupuk oleh kenangan-kenangan sederhana, mulai dari sesi karaoke bersama hingga mainan tanah liat dan gambar-gambar berwarna yang dibuat ayahnya untuknya. Ia menceritakan, "Ayahku dan aku sama-sama memiliki minat yang sama pada seni, dan aku mewarisi kreativitasku darinya. Waktu yang dihabiskan bersamanya selalu berharga. Semua yang kulakukan bersamanya terasa menyenangkan dan memuaskan."
Kasih sayang seorang ayah juga terlihat dalam tindakan-tindakan kecil yang penuh perhatian, seperti selalu mencuci mobil hingga bersih, menyiapkan buah untuk putrinya ketika ia berkunjung ke rumah, dan dengan senang hati menuruti keinginannya serta bermain bersama di ladang. Vy mengaku, "Ayah saya tidak pernah mengatakan 'Aku mencintaimu,' tetapi hal-hal kecil itulah bukti paling jelas dari kasih sayangnya kepada keluarganya."
Untuk membalas cinta yang begitu besar itu, ia selalu mendengarkan dengan penuh perhatian cerita-cerita ayahnya dan berbagi banyak hal tentang hidupnya. Bagi Vy, ayahnya bukan hanya sumber dukungan tetapi juga pembentuk karakternya. Ajaran ayahnya, "Lakukan segala sesuatu dari hati, bukan demi uang," telah menjadi prinsip panduan dalam perjalanannya untuk mengejar hasratnya dalam bidang pengajaran.
Huynh Lien Phat (mengenakan jubah wisuda) merasa senang karena ayahnya selalu hadir di setiap momen penting dalam hidupnya.
Meskipun sedang belajar di luar negeri di Korea Selatan, Huynh Lien Phat (Kelurahan Tan Khanh, Kota Tan An) selalu memikirkan keluarganya dan ayahnya tercinta. Di masa-masa rindu kampung halaman yang begitu mendalam, yang paling menghangatkan hatinya adalah kenangan akan ayahnya – seorang pria yang pendiam namun diam-diam berkorban untuk keluarganya. “Mungkin momen paling berkesan saya bersama ayah adalah hari ketika beliau datang ke kampus untuk berterima kasih kepada profesor yang telah membimbing dan mendidik saya selama lima tahun kuliah dan memberi saya kesempatan untuk belajar di Universitas Hanyang ERICA. Hari itu, ayah saya mengenakan kemeja abu-abu, wajahnya penuh kebanggaan karena saya telah mencapai tonggak penting lainnya dalam hidup saya,” ungkap Phat.
Meskipun jauh dari rumah, ia selalu meluangkan waktu untuk menelepon dan menanyakan kesehatan ayahnya serta berbagi cerita menarik dari Korea Selatan. Mengenai rencana terdekatnya, ia berkata: “Saya sedang berusaha belajar, meneliti, dan merasakan budaya Korea, dan saya berencana untuk kembali ke Vietnam pada bulan Juli untuk mengunjungi keluarga saya. Saat itu, saya akan membelikan ayah saya jam tangan yang disukainya sebagai hadiah yang terlambat karena saya tidak akan berada di rumah untuk merayakan Hari Ayah bersamanya.”
Cinta seorang ayah mungkin tidak seberisik ombak, tetapi sekekal aliran air bawah tanah, memelihara dan mendukung kita melalui suka dan duka yang tak terhitung jumlahnya. Sesibuk apa pun hidup, jangan lupa untuk berterima kasih kepada ayahmu dan memberinya pelukan hangat – pahlawan tanpa tanda jasa dalam hidupmu.
N. Han - H. Lan
Sumber: https://baolongan.vn/tinh-yeu-cua-cha-a196994.html






Komentar (0)