Ca Mau , sebuah wilayah yang berkembang mengikuti irama pasang surut, hutan bakau, dan udang yang tumbuh di air payau, memakan lumpur. Udang Ca Mau tidak besar atau mencolok, tetapi teksturnya kenyal, rasanya manis, dan kaya rasa. Dari udang segar ini, melalui tangan penduduk setempat, udang kering dibentuk seperti cakar burung. Bentuknya yang sederhana namun halus tampaknya telah dibentuk ulang oleh waktu.
Penduduk Ca Mau menyebutnya "cakar burung" bukan karena bentuknya yang rumit, tetapi karena setelah direbus, dikupas, dan dijemur, udang kering tersebut secara alami melengkung, tubuhnya sedikit menekuk, dan ekornya menutup seperti cakar burung kecil. Bentuk melengkung ini adalah hasil dari sinar matahari dan angin, pengalaman, dan kesabaran. Tidak ada cetakan yang digunakan, tidak ada mesin yang digunakan; semuanya mengikuti alam, memungkinkan udang kering untuk mempertahankan bentuk dan esensinya.

Musim pembuatan udang kering biasanya jatuh pada hari-hari yang cerah dan kering. Pagi-pagi sekali, ketika embun masih menempel di daun bakau, udang dipanen dari kolam dan dicuci bersih dengan air asin yang jernih. Kemudian direbus hingga matang, tidak terlalu matang, untuk mempertahankan rasa manisnya. Setelah itu, udang dikupas dengan tangan, satu per satu. Tugas yang tampaknya sederhana ini membutuhkan keterampilan dan ketekunan. Mengupas terlalu keras akan menghancurkan udang; mengupas terlalu cepat akan merusak bentuknya. Hanya tangan yang berpengalaman yang dapat menjaga udang tetap utuh, melengkung merata, dan berwarna merah cerah.
Nampan berisi udang kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Sinar matahari di Ca Mau tidak terlalu terik, tetapi terus-menerus. Sinar matahari mengeringkan udang secara perlahan, menyebabkan dagingnya menjadi lebih padat dan mengembangkan warna oranye-merah muda alami, tanpa perlu tambahan apa pun. Setiap siang hari, udang dibalik agar sinar matahari menyinari kedua sisinya secara merata. Di malam hari, udang dikumpulkan untuk melindunginya dari embun malam. Proses ini berlanjut selama beberapa hari hingga udang kering mencapai konsistensi yang tepat: tidak mudah hancur saat dipatahkan, tidak keras saat dikunyah, dan harum dari dalam hingga luar.
Udang kering terbaik, yang berbentuk seperti cakar burung, adalah udang yang terasa ringan namun kenyal saat disentuh, warnanya tidak terlalu gelap, memiliki aroma yang lembut dan menyenangkan, serta tidak berbau amis. Saat Anda memakannya, rasa manisnya menyebar di lidah dan bertahan lama. Itu adalah rasa manis sinar matahari, air, dan tanah aluvial – rasa manis yang tidak membutuhkan bumbu tambahan untuk benar-benar lezat.
Dalam hidangan khas pedesaan, udang kering dari Ca Mau sering menemani masakan sederhana: semangkuk acar bawang merah asam manis saat Tet (Tahun Baru Imlek), sepiring mentimun segar, atau semangkuk sup labu yang ringan dan menyegarkan dengan udang kering. Hanya itu yang dibutuhkan untuk membuat hidangan lengkap. Bagi mereka yang jauh dari rumah, udang kering adalah sesuatu untuk "mengusir rasa rindu". Setiap kali udang kering dibawa pulang, rasanya seperti membawa seluruh tanah selatan kembali ke dapur kecil mereka.
Para wanita di Ca Mau membungkus udang kering dengan koran bekas, mengikatnya dengan tali, dan mengirimkannya dengan bus kepada anak dan cucu mereka yang berada jauh. Ini adalah hadiah kecil, tetapi penuh makna. Di dalamnya terkandung keringat para petani udang, matahari dan angin tanah, serta kerinduan yang terpendam dan tulus.
Saat ini, di tengah banyaknya makanan khas yang dikemas mewah, udang kering berbentuk cakar dari Ca Mau masih mempertahankan pesona pedesaan yang melekat. Udang ini menjadi bagian dari keranjang hadiah Tet, menemani mereka yang kembali dari jauh ke kota, membawa serta sentuhan sinar matahari, angin, dan rasa asin dari kampung halaman. Dan ketika kemasan udang dibuka, di jantung kota, orang-orang merasa bahwa Tet sudah sangat dekat.
Dan mungkin, hanya dengan melihat sepiring udang kering berbentuk cakar berwarna merah cerah di atas nampan, penduduk Ca Mau tahu: Musim semi telah tiba, tahun lama telah berakhir, dan cinta dimulai lagi dari hal-hal sederhana.
Sumber: https://baolangson.vn/tom-kho-hinh-mong-chim-5077946.html







Komentar (0)