1. Wuzhen

Wuzhen - Tempat wisata berusia seribu tahun terindah di Jiangnan (Sumber gambar: Koleksi)
Wuzhen, yang dikenal sebagai "Venesia dari Timur," terletak dengan tenang di tepi Danau Taihu. Melangkah ke kota kuno Tiongkok ini di musim gugur, pengunjung dengan mudah merasakan keindahan romantisnya saat kabut tipis menyelimuti kanal-kanal yang berkelok-kelok. Lentera merah menerangi jalan setapak, memantul di air yang beriak, menciptakan pemandangan yang indah dan romantis. Jembatan batu kuno yang membentang di atas sungai, atap genteng hitam yang ditutupi lumut, dan suara dayung yang bergema dalam suasana tenang menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Ini bukan hanya tujuan ideal untuk menjelajahi arsitektur dan budaya Jiangnan, tetapi juga tempat foto musim gugur yang menawan bagi mereka yang menyukai perjalanan dan fotografi.
2. Kota Kuno Lijiang

Kota Tua Lijiang di Musim Gugur: Keindahan kuno yang membuat hati berdebar (Sumber gambar: Koleksi)
Terletak di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, Lijiang adalah salah satu kota kuno terindah di Tiongkok selama musim gugur yang tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan. Pada bulan September dan Oktober, langit biru jernih, sinar matahari keemasan yang lembut, dan cuaca sejuk menciptakan suasana yang sangat romantis. Kanal-kanal yang berkelok-kelok di kota kuno ini memantulkan rumah-rumah kayu Naxi kuno, bunga bougainvillea merah yang semarak bermekaran di balkon, dan suara alat musik tradisional bergema di bawah pohon willow yang menjuntai menciptakan pemandangan yang damai dan penuh nostalgia. Berjalan-jalan di sepanjang jalanan berbatu yang dipoles, pengunjung merasa seolah-olah telah melangkah ke dalam lukisan Timur kuno, di mana sejarah, budaya, dan pemandangan berpadu sempurna dalam pengalaman wisata musim gugur ini.
3. Zhouzhuang, Jiangsu
Terletak sekitar 30 km di sebelah tenggara Suzhou, Kota Tua Zhouzhuang (Jiangsu) dikenal oleh wisatawan sebagai "Venesia dari Timur". Kota ini menonjol dengan kanal-kanalnya yang berkelok-kelok, jembatan-jembatan batu kuno, dan perahu-perahu kayu yang berlayar perlahan, menciptakan pemandangan yang langka, damai, dan romantis.
Dengan kepadatan penduduk hanya sekitar 20.000 jiwa, Zhouzhuang selalu terasa lapang dan segar, sangat kontras dengan hiruk pikuk Shanghai, yang hanya berjarak lebih dari satu jam. Iklim di sini sangat menyenangkan: sejuk di pagi dan sore hari, dengan sinar matahari yang lembut di siang hari, tidak terlalu panas maupun terlalu dingin. Terutama saat mengunjungi kota kuno Tiongkok ini di musim gugur, Anda akan merasakan perpaduan harmonis antara cuaca dan pemandangan romantis: dedaunan keemasan berguguran di samping atap genteng yang ditutupi lumut, suara dayung bergema di kanal-kanal yang tenang. Setiap momen membuat pengunjung semakin jatuh cinta dengan keindahan kuno dan damai kota ini.
4. Kota Kuno Phoenix

Kota Kuno Phoenix di musim gugur (Sumber gambar: Koleksi)
Terletak di tepi Sungai Tuojiang yang indah, Kota Tua Fenghuang telah berdiri selama lebih dari 1.300 tahun dan dikenal sebagai "permata kuno" Provinsi Hunan. Kota kecil ini, yang terletak di kaki gunung, memiliki keindahan yang megah dan tenang, menciptakan pemandangan yang ingin dikagumi siapa pun setidaknya sekali.
Selama berabad-abad, Kota Tua Fenghuang telah melestarikan pesona sejarahnya dengan rumah-rumah kayu tradisional, jembatan batu kuno, kuil dan pagoda suci, serta kuliner lokal yang otentik. Pengunjung tidak hanya dapat mengagumi arsitektur yang unik, tetapi juga berkesempatan untuk menjelajahi beragam budaya dari berbagai kelompok etnis yang telah tinggal di sini sejak zaman kuno.
Di antara kota-kota kuno yang paling dicintai di Tiongkok selama musim gugur, Fenghuang selalu berada di peringkat teratas. Ketika daun maple berubah menjadi keemasan dan merah, seluruh kota tampak mengenakan mantel baru yang menakjubkan, menjadikannya tujuan yang tak boleh dilewatkan bagi mereka yang menyukai perjalanan, menghargai sejarah, dan mencari pengalaman budaya yang otentik.
5. Dongli, Jiangsu

Kota Kuno Tongli - sebuah kota unik berusia seribu tahun di Jiangnan (Sumber gambar: Koleksi)
Terletak di dekat Zhouzhuang, Tongli adalah salah satu destinasi paling menarik untuk menikmati kota-kota kuno Tiongkok di musim gugur. Kota yang unik ini terbentuk dari 7 pulau kecil yang dihubungkan oleh sistem 49 jembatan kuno, menciptakan pemandangan yang romantis dan indah.
Yang membuat Tongli istimewa adalah kota ini masih mempertahankan struktur arsitektur dari dinasti Ming dan Qing yang hampir utuh, menjadikannya tempat persinggahan ideal bagi mereka yang menyukai penjelajahan sejarah dan budaya Tiongkok. Di musim gugur, suasananya menjadi lebih mempesona karena dedaunan berwarna emas dan merah terpantul di kanal hijau zamrud.
Pengunjung Tongli dapat memilih untuk menikmati perjalanan perahu santai di sungai untuk merasakan kedamaian kehidupan, atau berjalan-jalan melintasi jembatan-jembatan kuno untuk mengagumi pemandangan di sepanjang tepian sungai, menikmati udara segar, dan mendengarkan gema lonceng kuil. Pengalaman ini menawarkan rasa nostalgia dan ketenangan, sangat berbeda dari hiruk pikuk kehidupan kota.
6.Dali, Yunnan

Berwisata ke tempat-tempat berangin seperti Dali, Yunnan (Sumber gambar: Dikumpulkan)
Terletak di dataran tinggi Yunnan, Dali dianggap sebagai salah satu destinasi ideal untuk menikmati keindahan kota kuno Tiongkok di musim gugur. Kota kuno ini menonjol dengan jalan-jalan berbatu yang unik, rumah-rumah kayu tradisional, dan kuil-kuil yang sarat sejarah. Ketika daun-daun keemasan mulai berguguran, suasananya menjadi romantis dan damai, sempurna untuk berjalan-jalan, menjelajahi arsitektur berusia berabad-abad, atau berbelanja suvenir kerajinan tangan yang indah.
Di atas adalah beberapa saran untuk 6 kota kuno terindah di Tiongkok, di mana Anda dapat sepenuhnya menikmati keindahan kuno dan kedamaiannya. Semoga artikel ini telah membantu Anda jatuh cinta dengan kota-kota kuno terkenal ini dan memilih destinasi yang sesuai untuk perjalanan Anda mendatang.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/co-tran-trung-quoc-v17957.aspx
Komentar (0)