Enam bulan pertama kehidupan dianggap sebagai "periode emas" untuk perkembangan bayi. Selama waktu ini, tubuh bayi berkembang sangat pesat, sementara sistem kekebalan dan organ masih dalam tahap pematangan. Oleh karena itu, pemilihan nutrisi yang tepat memainkan peran yang sangat penting.
Air susu ibu (ASI) adalah sumber nutrisi yang sempurna selama 6 bulan pertama.
Menurut India Times, Dr. Srikanth Kulkarni, konsultan neonatolog dan dokter anak di Rainbow Children's Hospital ( India ), mengatakan bahwa ASI adalah makanan ideal untuk anak di bawah usia 6 bulan. ASI mengandung energi, protein, lemak, vitamin, mineral, dan banyak zat bioaktif yang cukup untuk membantu anak tumbuh sehat.
Selain menyediakan nutrisi, ASI juga mengandung antibodi alami yang membantu melindungi anak-anak dari banyak penyakit menular seperti diare, pneumonia, dan infeksi saluran pernapasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak diberi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan melanjutkan pemberian ASI bersamaan dengan makanan padat hingga setidaknya usia 2 tahun.
Satu hal yang banyak orang tua tidak ketahui adalah bahwa bayi yang disusui secara eksklusif selama enam bulan pertama tidak membutuhkan air tambahan, bahkan dalam cuaca panas. Ini karena sekitar 87% ASI adalah air, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Komponen lainnya dalam ASI adalah laktosa (7%), lemak (3,8%), dan protein (1%).
Salah satu aspek unik ASI adalah komposisi nutrisinya yang terus berubah untuk menyesuaikan kebutuhan perkembangan bayi. Pada beberapa hari pertama setelah lahir, kolostrum mengandung banyak antibodi dan protein yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Kemudian, ASI transisi dan ASI matang menyediakan lebih banyak energi dan lemak untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bayi.
Bahkan dalam sekali menyusui, ASI awal biasanya lebih encer, membantu menghilangkan rasa haus bayi, sedangkan ASI akhir lebih kaya lemak, mendukung penambahan berat badan dan perkembangan otak.
![]() |
Enam bulan pertama kehidupan dianggap sebagai "periode emas" untuk perkembangan bayi. Foto: Magnific. Mungkin Anda juga suka |
Nutrisi ibu memengaruhi kualitas ASI.
Untuk menjaga pasokan ASI yang melimpah dan bergizi, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori dan protein. Para ahli merekomendasikan agar ibu melengkapi diet mereka dengan sekitar 350-400 kkal per hari dan 15-20 g protein selama periode ini. Diet tersebut harus bervariasi, termasuk daging, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, sayuran hijau, dan buah-buahan untuk memastikan asupan vitamin dan mineral yang cukup.
Selain itu, ibu perlu minum sekitar 3-4 liter air per hari untuk mendukung proses produksi ASI. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan suplementasi zat besi, asam folat, kalsium, atau multivitamin, terutama untuk wanita yang vegetarian atau kekurangan mikronutrien.
Sebaliknya, ibu-ibu sebaiknya membatasi minuman berkafein, minuman berkarbonasi, dan minuman manis, serta menghindari merokok. Mereka juga sebaiknya membatasi makanan olahan, makanan tinggi gula atau lemak, dan menghindari makan ikan dengan kadar merkuri tinggi seperti tuna mata besar, tuna sirip biru, dan ikan todak.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), para ibu juga sebaiknya menghindari alkohol untuk mencegah peningkatan risiko gangguan tidur dan keterlambatan perkembangan kognitif pada anak-anak mereka di kemudian hari.
Karena pola makan ibu selama menyusui memengaruhi pola makan anaknya di kemudian hari, ibu juga harus membatasi asupan makanan yang tinggi gula tambahan dan lemak olahan, seperti makanan cepat saji.
Kapan sebaiknya Anda menggunakan susu formula dan suplemen vitamin untuk bayi Anda?
Dalam kasus di mana ibu tidak dapat menyusui atau pasokan ASI-nya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bayi, susu formula dapat digunakan. Namun, susu sapi sebaiknya dihindari selama tahun pertama kehidupan karena kandungan protein dan lemaknya yang tinggi, yang dapat memberi tekanan pada sistem pencernaan dan ginjal yang sedang berkembang.
Meskipun ASI menyediakan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan, bayi yang hanya diberi ASI sering disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai petunjuk dokter untuk mendukung perkembangan tulang dan mencegah rakhitis.
Sumber: https://znews.vn/tre-6-thang-tuoi-nen-an-gi-post1664444.html











