Aneh namun familiar, unik namun efektif. Hanya dengan lahan sempit dan investasi kecil, banyak petani di Phu Tho telah berhasil mengubah hobi beternak jangkrik—serangga liar yang familiar di pedesaan—menjadi model pertanian potensial dengan pendapatan stabil untuk keluar dari kemiskinan dan menjadi kaya.
Jangkrik - sumber makanan bergizi, dengan pasar konsumen yang luas, biaya investasi rendah, teknik perawatan sederhana, cocok untuk praktik pertanian skala kecil di daerah pedesaan.
Jangkrik beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan tempat tinggalnya, suhu perkembangbiakannya dapat mencapai 40-50 derajat Celcius. Oleh karena itu, area perkembangbiakan seringkali dirancang sederhana dengan rangka besi, jaring, atau nilon, untuk memastikan ruang yang sejuk, terhindar dari hujan, terik matahari, dan benturan langsung.
Untuk menciptakan kondisi bagi jangkrik untuk bertelur dalam jumlah banyak selama musim kawin, orang sering memelihara jangkrik jantan dan betina dalam satu kandang; gunakan nampan berisi serbuk gergaji basah untuk jangkrik membuat sarang saat bertelur. Proses penetasan telur berlangsung selama 7 hingga 14 hari.
Kelembapan berperan penting dalam pemeliharaan jangkrik. Oleh karena itu, penyemprotan air di dalam kandang selalu dilakukan setiap hari agar proses pertumbuhan dan pergantian bulu jangkrik di setiap tahap berjalan lancar.
Jangkrik sering dipelihara di dalam wadah telur. Wadah ini menjaga mereka tetap hangat, menjaga kelembapan, dan murah. Setelah digunakan, wadah ini dapat didaur ulang atau dicampur dengan sampah dan sisa pakan jangkrik untuk dijadikan pupuk.
Jangkrik tidak pilih-pilih makanan dan dapat memanfaatkan tanaman pertanian. Namun, makanannya harus bersih, tidak busuk atau berjamur, agar tidak menimbulkan penyakit.
Jangkrik yang digunakan sebagai pakan ternak hanya perlu dipelihara selama 28 hingga 30 hari sebelum dijual. Jangkrik komersial membutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk dipanen. Tergantung usianya, harga pasaran jangkrik berkisar antara 100.000 hingga 200.000 VND/kg.
Keluarga Ibu Nguyen Thi Ninh (baju putih) di zona 5, kota Phong Chau, distrik Phu Ninh saat ini memiliki 9 kandang jangkrik; setiap kandang diharapkan menghasilkan 15 hingga 20 kg jangkrik jadi.
Jangkrik adalah hidangan pedesaan yang populer dan unik, yang disukai banyak pengunjung. Jangkrik dapat diolah menjadi hidangan menarik seperti: jangkrik goreng, jangkrik goreng mentega, jangkrik goreng kecap ikan, jangkrik goreng serai dan cabai...
Bich Ngoc
[iklan_2]
Sumber: https://baophutho.vn/trien-vong-tu-nuoi-de-220926.htm
Komentar (0)