![]() |
Liverpool menghadapi kesulitan di kandang sendiri. |
Liverpool memasuki pekan ini dengan suasana muram karena performa mengecewakan mereka belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Hasil imbang 1-1 di Anfield melawan Tottenham, tim yang berjuang menghindari degradasi, terus membunyikan alarm bagi manajer Arne Slot dan para pemainnya.
Meskipun Dominik Szoboszlai, pencetak gol dalam pertandingan itu, menyerukan seluruh tim untuk "bangkit," performa sebenarnya menunjukkan bahwa "The Reds" masih memiliki banyak masalah yang harus dipecahkan jika mereka ingin melangkah jauh di Liga Champions.
Tantangan mendatang melawan Galatasaray membuat segalanya semakin rumit. Sejarah tidak berpihak pada Liverpool, karena mereka telah kalah dalam 11 dari 16 pertemuan Piala Eropa terakhir mereka setelah kalah di leg pertama saat bermain tandang. Namun, Anfield tetap menjadi benteng pertahanan mereka, di mana mereka telah memenangkan 15 dari 19 pertandingan terakhir mereka di kompetisi kontinental.
Di sisi lain, Galatasaray penuh percaya diri setelah menyingkirkan Juventus dengan agregat 7-5 di babak play-off. Tim asal Turki ini juga memiliki catatan lima kemenangan beruntun, termasuk tiga kali tanpa kebobolan. Namun, performa tandang mereka patut dipertanyakan, karena hanya memenangkan satu dari 14 pertandingan tandang terakhir mereka di Eropa.
Dari segi susunan pemain, Liverpool hampir memiliki susunan pemain terkuat mereka, sementara Galatasaray tanpa Davinson Sanchez karena skorsing. Nama-nama penting yang perlu diperhatikan antara lain Florian Wirtz dan Victor Osimhen, striker yang saat ini dalam performa sangat baik dengan 13 kontribusi gol dalam 9 pertandingan terakhirnya.
Dengan keuntungan bermain di kandang dan pengalaman yang melimpah, Liverpool masih dianggap sebagai tim yang sedikit lebih kuat, tetapi Galatasaray jelas bukan lawan yang mudah dikalahkan. Pertandingan ini menjanjikan suasana tegang dan penuh drama.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-liverpool-vs-galatasaray-post1636036.html







Komentar (0)