![]() |
Liverpool membutuhkan tiga poin untuk kembali ke persaingan perebutan gelar. |
Liverpool telah memasuki fase yang ditunggu-tunggu setiap penggemar Anfield sejak awal musim: stabilitas, kepercayaan diri, dan kembalinya mentalitas juara. Di bawah asuhan Arne Slot, "The Kop" akhirnya berhasil mengatasi performa inkonsisten mereka dan mencatatkan enam pertandingan tanpa kalah di semua kompetisi, termasuk lima kemenangan. Lebih penting lagi, Liverpool menunjukkan diri sebagai tim yang tahu bagaimana mengatasi masa-masa sulit dan memanfaatkan keunggulan mereka sebaik mungkin.
Tiga kemenangan beruntun melawan Inter Milan, Brighton, dan Tottenham adalah bukti nyata dari hal ini. Secara khusus, kemenangan melawan Spurs menegaskan ketangguhan sang juara bertahan. Liverpool tidak lagi menang hanya melalui inspirasi, tetapi melalui kontrol, disiplin, dan kemampuan untuk menyelesaikan serangan lawan pada saat yang tepat. Oleh karena itu, Anfield siap menjadi landasan peluncuran untuk peningkatan performa yang signifikan selama periode Natal dan Tahun Baru, waktu yang krusial dalam perjalanan panjang mereka.
Berbeda jauh dengan momentum tim tuan rumah, Wolves justru terperosok dalam krisis tanpa jalan keluar. Kekalahan 0-2 dari Brentford di putaran terakhir tidak hanya membuat mereka tetap di dasar klasemen, tetapi juga memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka menjadi 17 pertandingan, menyamai rekor buruk Sheffield United dalam sejarah Premier League. Dengan hanya 2 poin setelah beberapa putaran, Wolves memiliki serangan terburuk di liga (9 gol) dan pertahanan terburuk (37 gol kebobolan). Angka-angka ini mencerminkan tim yang terdemoralisasi secara mental dan profesional.
Sejarah pertemuan mereka hanya menambah kekhawatiran para penggemar Wolves. Dalam 17 pertemuan terakhir di Premier League, Liverpool telah menang 16 kali, sebuah dominasi yang hampir mutlak. Anfield telah lama menjadi tempat yang sulit bagi Wolves, di mana mereka jarang pulang dengan membawa poin. Meskipun mereka memiliki kenangan indah di sana pada tahun 2010, banyak hal telah berubah drastis, terutama dalam hal kekuatan skuad dan performa.
![]() |
Liverpool akan bermain tanpa Isak karena cedera. |
Tentu saja, Liverpool tidak menurunkan susunan pemain terkuat mereka dalam pertandingan ini. Cedera pergelangan kaki serius Alexander Isak akan membuatnya absen sekitar dua bulan, sementara Mohamed Salah absen karena tugas internasional di AFCON. Dominik Szoboszlai juga tidak dapat bermain karena skorsing. Kehilangan pemain-pemain ini pasti akan memengaruhi kekuatan serangan dan ketidakpastian lini tengah mereka.
Namun, perbedaan Liverpool terletak pada kedalaman skuad. Arne Slot masih memiliki banyak pilihan berkualitas yang dapat ia manfaatkan, mulai dari potensi kembalinya Cody Gakpo hingga performa impresif para pemain yang berperan sebagai pendukung tetapi selalu siap bersinar. Setelah rentetan kemenangan terjalin, perubahan pemain bukan lagi masalah besar bagi The Kop.
Sebaliknya, Wolves praktis tidak memiliki dukungan yang dapat diandalkan. Bek tengah andalan mereka, Toti Gomes, absen karena cedera jangka panjang, dan Emmanuel Agbadou serta Tawanda Chirewa absen karena AFCON, membuat pertahanan mereka yang sudah rapuh semakin melemah. Kembalinya Yerson Mosquera setelah skorsingnya hanyalah penghiburan, hampir tidak cukup untuk menutupi kelemahan yang semakin terungkap.
Perbedaan kelas, performa, dan moral antara kedua tim kini sangat jelas. Liverpool yang penuh semangat, didorong oleh atmosfer yang membara di Anfield, hampir tidak punya alasan untuk menahan diri melawan lawan yang sedang dalam krisis total. Kecuali ada kejutan besar, kemenangan telak bagi tim tuan rumah sepenuhnya dapat diprediksi.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-liverpool-vs-wolves-post1614380.html








Komentar (0)