Tim Guardiola harus menang untuk menjaga harapan mereka lolos langsung ke babak knockout tetap hidup. |
Manchester City memasuki pertandingan terakhir Liga Champions di bawah tekanan yang sangat besar. Hasil apa pun selain kemenangan akan mempersulit mereka dalam perebutan posisi delapan besar. Kekalahan 1-3 melawan Bodo/Glimt di pertandingan sebelumnya membuat mereka turun ke peringkat 11, memaksa mereka untuk mengamankan tiga poin dan berharap hasil yang menguntungkan untuk melaju ke babak gugur.
Masalah terbesar Man City terletak pada lini pertahanan mereka. Gelombang cedera telah melanda, dengan John Stones, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol semuanya absen, sementara Oscar Bobb, Savinho, Nico Gonzalez, dan Mateo Kovacic masih dalam masa pemulihan. Lebih buruk lagi, Rodri juga tidak dapat bermain karena skorsing, mengganggu poros pertahanan City yang sebelumnya stabil di saat yang krusial. Satu-satunya titik terang adalah Erling Haaland dan Phil Foden, yang siap kembali ke starting lineup.
Di sisi lain lapangan, Galatasaray, yang saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen, tidak boleh lengah. Tim asal Turki ini telah menunjukkan ketahanan musim ini, siap menjadi penantang potensial. Meskipun tanpa Enes Buyuk, Wilfried Singo, Arda Unyay, dan Metehan Baltaci, tim tamu masih memiliki daya serang yang mumpuni berkat Victor Osimhen, bersama dengan pemain berpengalaman yang familiar dengan Man City seperti Ilkay Gundogan dan Leroy Sane.
Fokusnya adalah pada bentrokan antara dua pemain nomor 9. Haaland perlu meningkatkan performanya untuk memimpin tim yang serba kekurangan pemain, sementara Osimhen merupakan ancaman langsung bagi pertahanan Manchester City yang juga serba kekurangan pemain. Mengingat minimnya pemain di lini belakang, Pep kemungkinan besar harus memilih pendekatan menyerang, mendorong maju dan mengendalikan lini tengah untuk meminimalkan risiko.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-man-city-vs-galatasaray-post1623190.html






Komentar (0)