![]() |
Ketersediaan Mount untuk pertandingan tersebut masih belum pasti. |
Manchester United menyambut Wolves dengan mentalitas tim yang secara bertahap bangkit kembali, meskipun dilanda gelombang cedera dan kekosongan yang signifikan dalam skuad. Kemenangan tipis 1-0 melawan Newcastle pada Boxing Day tidak hanya memberikan tiga poin berharga tetapi juga menunjukkan jejak taktik yang semakin jelas dari manajer Ruben Amorim. Dengan lima kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir mereka, "Setan Merah" telah naik ke posisi keenam di klasemen, mempertahankan harapan mereka untuk bersaing memperebutkan tempat di kompetisi Eropa.
Sebaliknya, Wolves terperangkap dalam krisis total. Kekalahan 1-2 mereka dari Liverpool akhir pekan lalu memperpanjang rentetan kekalahan mereka menjadi 11 pertandingan berturut-turut. Setelah 18 putaran, Wolves hanya berhasil mengumpulkan 2 poin – rekor yang mengkhawatirkan yang menempatkan mereka sangat dekat untuk memecahkan rekor buruk total poin terendah dalam sejarah Premier League.
Tim yang kehilangan semangat, pertahanan yang rapuh, dan ketidakstabilan di bangku pelatih membuat perjalanan ke Old Trafford menjadi tantangan yang berat bagi tim ini.
Rekor pertemuan langsung juga sangat menguntungkan MU. "Setan Merah" telah memenangkan 8 dari 11 pertemuan terakhir mereka dengan Wolves, termasuk kemenangan 4-1 di Molineux. Namun, kenangan kekalahan 0-1 di Old Trafford pada April 2025 tetap menjadi peringatan penting, memaksa tim Amorim untuk tetap fokus maksimal jika mereka ingin menghindari pengulangan kesalahan tersebut.
Masalah personel terus menjadi perhatian utama bagi MU. Kapten Bruno Fernandes absen, sementara Kobbie Mainoo, Matthijs de Ligt, dan Harry Maguire masih belum bisa bermain karena cedera. Partisipasi Mason Mount masih belum pasti, dan pemain kunci seperti Mbeumo, Amad Diallo, dan Mazraoui sedang mengikuti Piala Afrika 2025.
Dalam situasi itu, Amorim terpaksa melakukan rotasi pemain, menaruh kepercayaan pada pemain muda dan mereka yang memiliki tingkat energi tinggi.
![]() |
Cunha akan menghadapi mantan timnya. |
Di sisi lain, Wolves juga mengalami masalah dengan skuad yang kekurangan pemain karena Toti Gomes, Agbadou, dan sejumlah pemain kunci lainnya absen. Kembalinya Hugo Bueno memberikan sedikit harapan bagi pertahanan tim tamu, tetapi itu terlalu sedikit untuk mengisi kekosongan yang telah ada sejak awal musim.
Secara individu, Patrick Dorgu telah muncul sebagai titik terang utama bagi MU berkat performanya yang tinggi dan kemampuannya menciptakan terobosan dari kedua sisi lapangan. Matheus Cunha juga patut diperhatikan dalam pertemuannya kembali dengan mantan klubnya, di mana ia diharapkan memainkan peran penghubung antara lini tengah dan lini serang.
Bagi Wolves, harapan tipis mereka bertumpu pada Tolu Arokodare dan pemain muda berbakat berusia 18 tahun, Mateus Mane, meskipun tekanan di Old Trafford dapat mempersulit mereka.
Secara taktik, Amorim kemungkinan besar akan kembali menggunakan formasi 3-4-2-1 yang sudah biasa ia gunakan setelah sebelumnya sempat menggunakan formasi empat bek melawan Newcastle. MU akan secara proaktif mengontrol penguasaan bola, memanfaatkan sisi sayap secara maksimal, dan mengandalkan kemampuan mereka untuk melakukan pergantian arah permainan dengan cepat.
Absennya Fernandes mungkin akan memengaruhi permainan kreatif di lini tengah, tetapi meningkatnya moral tim dan kekompakan kolektif merupakan pilar pendukung yang sangat penting.
Dengan Wolves yang sedang kesulitan baik dari segi performa maupun moral, Manchester United, terlepas dari krisis personel mereka, masih dianggap sebagai tim yang lebih unggul. Jika mereka bermain dengan potensi penuh dan memanfaatkan kesalahan di lini pertahanan tim tamu, tiga poin kemungkinan akan tetap berada di "Theatre of Dreams," yang selanjutnya memperpanjang kebangkitan "Setan Merah" di bawah asuhan Amorim.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-mu-vs-wolves-post1615250.html









Komentar (0)