
(Foto: Raul Ariano/Bloomberg News)
Para peneliti keamanan siber mengatakan bahwa model kecerdasan buatan baru yang dirilis oleh Zhipu AI, juga dikenal sebagai Z.ai, pada Juni 2026, bisa sama efektifnya dengan Mythos milik Anthropic dalam menemukan kerentanan keamanan.
Hasil ini menunjukkan bahwa kesenjangan antara model AI Tiongkok dan Amerika di beberapa bidang khusus terus menyempit. Kemampuan untuk mendeteksi kerentanan perangkat lunak dianggap sebagai salah satu aplikasi utama AI, membantu bisnis dan lembaga pengatur mengidentifikasi risiko sebelum sistem diserang.
Munculnya model baru ini dapat mengubah lanskap persaingan teknologi global, karena perusahaan-perusahaan Amerika berinvestasi besar-besaran dalam sistem AI canggih. China juga mempercepat pengembangan model domestik untuk mengurangi ketergantungannya pada teknologi asing.
Perkembangan ini diperkirakan akan memberikan tekanan lebih lanjut pada Gedung Putih dalam menyesuaikan kebijakan AI AS. Washington saat ini sedang menyeimbangkan tujuan untuk mendorong inovasi, memastikan keamanan nasional, dan mempertahankan keunggulan atas para pesaing teknologi.
Fakta bahwa AI Tiongkok mencapai hasil yang setara dengan model-model terkemuka AS di bidang keamanan siber menunjukkan bahwa persaingan kini tidak hanya berfokus pada kemampuan pembuatan teks atau gambar, tetapi telah meluas ke aplikasi khusus dengan nilai strategis yang tinggi.
Sumber: https://vtv.vn/trung-quoc-dinh-hinh-lai-cuoc-dua-ai-100260629154153604.htm








