
Melihat angka-angka dari beberapa tahun terakhir, jelas bahwa pariwisata di Tiongkok mengalami kebangkitan yang sangat pesat. Tidak hanya menarik semakin banyak pengunjung internasional, tetapi pasar domestiknya yang sangat besar terus tumbuh dengan kuat, menciptakan landasan bagi Tiongkok untuk bersaing dengan AS untuk posisi nomor satu di dunia .
Menurut Studi Dampak Ekonomi 2026 dari World Travel and Tourism Council (WTTC), industri pariwisata Tiongkok diproyeksikan mencapai sekitar US$1,8 triliun pada tahun 2025. Angka ini diperkirakan akan hampir berlipat ganda menjadi US$3,5 triliun pada tahun 2036. Sementara itu, pasar pariwisata AS (saat ini terbesar di dunia) bernilai sekitar US$2,63 triliun tahun lalu.
Di balik pertumbuhan ini terdapat sejumlah faktor yang berkontribusi. Pertama dan terpenting adalah pemulihan yang kuat dalam arus wisatawan internasional. WTTC melaporkan bahwa Tiongkok menyambut lebih dari 68 juta pengunjung internasional pada tahun 2025, meningkat 15,5% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran wisatawan asing juga meningkat sebesar 10,5%, mencapai $135 miliar, jauh lebih tinggi daripada tingkat pertumbuhan rata-rata global sebesar 3,2%.
Diperkirakan pengeluaran wisatawan internasional akan terus meningkat tahun ini menjadi $138,4 miliar, dan sebesar 4,6% pada tahun 2036.
Salah satu alasan utama mengapa Tiongkok menarik wisatawan adalah kebijakan bebas visa yang semakin liberal. Sejak 2023, Beijing terus menambahkan negara-negara ke daftar bebas visa. Saat ini, warga negara dari lebih dari 70 negara mendapat manfaat dari kebijakan ini, memberikan dorongan signifikan bagi pemulihan industri pariwisata setelah pandemi.
Selain membuka diri, Tiongkok juga berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur transportasi. Bagi banyak wisatawan internasional, menjelajahi negara yang luas menjadi lebih mudah ketika sistem konektivitasnya efisien.
Saat ini, Tiongkok memiliki lebih dari 260 bandara komersial, peningkatan signifikan dari 218 bandara satu dekade lalu. Jaringan kereta api berkecepatan tingginya, yang terbesar di dunia meskipun baru berusia kurang dari 20 tahun, memiliki lebih dari 5.500 stasiun penumpang, menghubungkan pusat-pusat ekonomi utama dengan berbagai daerah di seluruh negeri.
Menurut para ahli, infrastruktur transportasi modern tidak hanya membantu wisatawan internasional mengakses lebih banyak destinasi baru, tetapi juga berkontribusi pada distribusi wisatawan domestik yang lebih merata, alih-alih memusatkan mereka di beberapa kota besar.
Selain itu, ekosistem digital juga mengubah pengalaman perjalanan. Platform pembayaran elektronik dan layanan perjalanan online memudahkan wisatawan untuk memesan tiket, memesan kamar, dan melakukan pembayaran selama perjalanan mereka.
China tidak hanya bergantung pada wisatawan internasional; negara ini juga memiliki keunggulan signifikan dari pasar domestiknya. Menurut China Travel Guide, negara tersebut mencatat 6,52 miliar wisatawan domestik tahun lalu, meningkat 16,2% dibandingkan tahun 2024.
Yang perlu diperhatikan, permintaan untuk berwisata tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi sedang menantang. Banyak orang memilih perjalanan yang lebih singkat atau pilihan yang lebih hemat biaya daripada membatalkan rencana perjalanan sepenuhnya.
Menurut survei yang dilakukan oleh perusahaan pemasaran perjalanan Dragon Trail International, lebih dari separuh wisatawan Tiongkok berencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk aktivitas pengalaman. Sekitar 49% mengatakan mereka akan menghabiskan lebih banyak uang untuk makanan, sementara 39% berencana untuk meningkatkan anggaran belanja mereka saat bepergian. Kelompok usia 18-44 tahun merupakan pendorong utama tren ini.
Pada kenyataannya, pariwisata secara bertahap menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat Tiongkok. Dengan terus mempertahankan kebijakan pintu terbuka, peningkatan infrastruktur yang berkelanjutan, dan meningkatnya permintaan akan pengalaman, negara ini terus maju menuju tujuannya untuk menjadi ekonomi pariwisata terbesar di dunia dalam dekade mendatang.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/trung-quoc-tang-toc-บน-duong-dua-du-lich-237986.html








