Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Tumbuh dewasa dikelilingi oleh rak buku.

Toko buku itulah tempat saya mendapatkan gaji bulanan, dan di sanalah juga saya belajar bagaimana bekerja, bagaimana mengamati orang, dan bagaimana berkembang secara tenang.

Báo Phụ nữ Việt NamBáo Phụ nữ Việt Nam16/03/2026

Saya melamar pekerjaan di sebuah toko buku di jalan yang ramai, hanya karena saya butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dulu saya mengira pekerjaan itu akan mudah, di lingkungan yang tenang, tetapi kenyataannya sangat berbeda. Sebagian besar waktu saya habiskan untuk mengatur buku berdasarkan kode, memeriksa inventaris, membersihkan rak, memasang label harga, dan menjawab pertanyaan berulang: "Apakah buku ini masih tersedia?", "Apakah ada diskon?", "Mengapa harganya sangat mahal?"… Pada jam-jam sibuk, saya hampir tidak punya waktu untuk beristirahat.

Dari hal-hal yang tampaknya kecil itu, saya belajar pelajaran pertama tentang ketelitian dan disiplin. Hanya salah menaruh satu buku saja akan membuat pencarian menjadi rumit, pelanggan akan menunggu lebih lama, dan saya sendiri akan merasa frustrasi. Saya mengerti bahwa tidak ada pekerjaan yang mudah jika dilakukan dengan sikap serius.

Toko buku itu seperti mikrokosmos masyarakat. Ada manajer, pengawas shift, karyawan lama, dan pendatang baru seperti saya. Beberapa bekerja di sana karena cinta pada buku, beberapa mencari stabilitas, dan yang lain melihatnya sebagai batu loncatan untuk mengejar jalur karier yang berbeda. Dulu saya berpikir bahwa lingkungan yang berhubungan dengan buku akan "murni dan polos," tetapi kemudian saya menyadari bahwa di mana ada emosi, di situ ada konflik. Terkadang saya menyaksikan persaingan dalam penugasan shift, dan di lain waktu saya mendengar keluhan tentang rekan kerja di belakang mereka.

Awalnya, saya kecewa, tetapi kemudian saya memilih untuk mengamati daripada bereaksi. Saya tidak bisa menentukan bagaimana orang lain berperilaku, tetapi saya bisa mengendalikan sikap saya sendiri. Mempertahankan profesionalisme di tengah emosi yang bert conflicting ternyata merupakan bentuk kedewasaan.

Tantangan terbesar adalah berurusan dengan pelanggan. Toko buku melayani orang-orang dari segala usia; beberapa mudah diajak bergaul, yang lain sulit karena alasan yang tidak berkaitan dengan buku. Saya pernah merasa bingung ketika harus menjelaskan bahwa buku yang dicari pelanggan sudah habis stok. Beberapa orang jelas menunjukkan ketidakpuasan mereka seolah-olah itu kesalahan saya. Pada saat-saat seperti itu, saya belajar untuk tetap tenang, tersenyum, dan menyarankan alternatif lain.

Lambat laun, saya mengembangkan "suara pelayanan" yang lembut namun jelas, berbeda dari sifat impulsif bawaan saya. Saya memahami bahwa pelayanan berarti menjual produk sekaligus mengelola emosi saya sendiri. Jika saya kehilangan kendali, situasinya akan menjadi tegang; jika saya tetap tenang, semuanya akan berjalan lancar.

Saya juga mengubah cara pandang saya terhadap uang. Sebelumnya, saya menghabiskan uang orang tua saya dengan cukup boros. Ketika saya mulai bekerja lembur untuk mendapatkan gaji tetap, saya benar-benar menghargai nilainya, belajar untuk berbelanja lebih hati-hati, dan belajar menyeimbangkan keinginan saya dengan kebutuhan saya yang sebenarnya.

Di toko buku, saya menemukan banyak kisah yang menggugah pikiran. Ada seorang gadis muda yang datang setiap minggu untuk membaca komik selama berjam-jam, tetapi hanya mampu membeli satu jilid tipis. Ada seorang pelanggan lanjut usia yang dengan tenang mencari buku-buku sejarah dan menceritakan kenangan masa perang. Pertemuan singkat ini menunjukkan kepada saya bahwa buku adalah benang yang menghubungkan orang-orang dengan kenangan dan impian mereka.

Di antara rak-rak buku, aku merenungkan tipe orang seperti apa yang ingin kujadi. Dan aku ingin melakukan pekerjaan yang bermakna, belajar dan berkembang. Aku juga memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan di mana aku tidak cocok, di mana ada kurangnya rasa hormat atau saling menyalahkan.

Pelajaran terbesar yang saya dapatkan mungkin adalah kerendahan hati. Dulu saya pikir saya mengerti banyak hal tentang kehidupan. Tetapi hanya beberapa bulan pengalaman membantu saya menyadari bahwa dunia jauh lebih besar. Setiap orang yang masuk ke toko memiliki kisah mereka sendiri, dan saya tidak berhak menghakimi mereka berdasarkan penampilan mereka.

Saya masih mengalami hari-hari yang melelahkan di tempat kerja. Tetapi jika melihat ke belakang, saya tahu saya telah berkembang sedikit demi sedikit, dimulai dari hal-hal sederhana seperti tepat waktu, menyelesaikan tugas, berkolaborasi dengan rekan kerja, bertanggung jawab atas kesalahan saya, dan menjaga sikap yang baik. Dan terkadang, hanya itu yang dibutuhkan untuk melangkah maju dengan berarti.

Sumber: https://phunuvietnam.vn/truong-thanh-hon-ben-nhung-ke-sach-238260313194942183.htm


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Selamat Hari Kemerdekaan

Selamat Hari Kemerdekaan

Menggambar wajah seorang pemain opera tradisional

Menggambar wajah seorang pemain opera tradisional

Rahang Hiu 2025

Rahang Hiu 2025