Pada tanggal 21 Juni, Kementerian Keamanan Publik mengumumkan bahwa Undang-Undang tentang Kartu Identitas, yang disahkan oleh Majelis Nasional ke-15 pada sesi ke-6 tanggal 27 November 2023, akan mulai berlaku pada tanggal 1 Juli 2024.
Undang-Undang tentang Kartu Identitas memiliki 7 Bab dan 46 Pasal. Secara khusus, mengenai informasi biometrik iris, poin b, klausul 1, Pasal 23 Undang-Undang tentang Kartu Identitas mengatur prosedur penerbitan kartu identitas, yang menyatakan: “Petugas penerima mengumpulkan informasi identitas pribadi dan informasi biometrik termasuk gambar wajah, sidik jari, dan iris dari orang yang mengajukan permohonan kartu identitas.”
Oleh karena itu, mulai 1 Juli 2024, ketika warga mengajukan Kartu Identitas Warga Negara, informasi biometrik iris mata mereka akan dikumpulkan di kantor polisi bersama dengan sidik jari dan gambar wajah mereka.
Warga memberikan data iris mata saat mengajukan kartu identitas di instansi kepolisian seperti: Departemen Manajemen Administrasi Ketertiban Sosial; instansi kepolisian provinsi dan kota yang dikelola secara pusat; dan instansi kepolisian distrik/kabupaten/kota kecil/kota besar di dalam provinsi.
Oleh karena itu, pengumpulan informasi biometrik iris berfungsi sebagai dasar untuk melakukan rujukan silang dan memverifikasi informasi setiap individu; dan membantu dalam kasus-kasus di mana sidik jari seseorang tidak dapat diperoleh (dalam kasus disabilitas, sidik jari yang cacat, dll.).
Mengenai pengumpulan iris untuk dimasukkan dalam Kartu Identitas Warga Negara, Pasal 46 Undang-Undang tentang Kartu Identitas Warga Negara juga mengklarifikasi bahwa Kartu Identitas Warga Negara yang diterbitkan sebelum 1 Juli 2024 tetap berlaku hingga tanggal kadaluarsa yang tertera pada kartu. Warga negara dapat menukarkan kartu mereka dengan Kartu Identitas Warga Negara jika diminta.
Kartu identitas warga negara yang masa berlakunya habis antara 15 Januari 2024 dan sebelum 30 Juni 2024 akan tetap berlaku hingga 30 Juni 2024.
Kartu Identitas Warga Negara masih dapat digunakan secara normal jika masa berlakunya belum habis, dan tidak ada kewajiban untuk melakukan pemindaian iris mata. Pemindaian iris mata hanya diperlukan ketika warga negara meminta untuk beralih ke Kartu Identitas Warga Negara yang baru.
TM
Sumber: https://www.nguoiduatin.vn/tu-1-7-thu-thap-sinh-trac-hoc-mong-mat-khi-cong-dan-lam-the-can-cuoc-a669462.html








Komentar (0)