![]() |
Presiden AS Donald Trump. Foto: Reuters . |
Menurut survei yang dilakukan oleh McLaughlin & Associates dari tanggal 17-23 Juni di antara 1.000 calon pemilih dalam pemilihan kongres paruh waktu, 50% responden menyatakan dukungan terhadap cara Presiden Trump menangani kepresidenan, sementara 46% tidak setuju.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 51% dari mereka yang mengetahui isi memorandum gencatan senjata antara AS dan Iran menyatakan dukungan terhadap perjanjian tersebut. Di antara ketentuan yang dipublikasikan, 76% responden setuju dengan persyaratan bahwa Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan menerima inspeksi AS dan internasional untuk memverifikasi kepatuhan terhadap komitmen tersebut, sementara hanya 14% yang tidak setuju.
Selain itu, 75% peserta survei mendukung ketentuan yang mewajibkan Iran untuk menghentikan pendanaan organisasi yang dianggap teroris oleh AS dan kegiatan yang menargetkan Israel dan negara lain.
Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap kesepakatan tersebut bervariasi tergantung pada sumber informasi yang biasanya diikuti oleh para peserta. Dalam kelompok yang terutama mengakses saluran media konservatif, 72% mendukung kesepakatan tersebut, sedangkan angkanya adalah 35% dalam kelompok yang mengikuti media yang lebih liberal.
Menurut para analis, peningkatan peringkat persetujuan Presiden Trump bertepatan dengan tren penurunan harga minyak setelah ketegangan di Timur Tengah mereda dan aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz secara bertahap kembali normal.
Harga minyak Brent dan WTI baru-baru ini turun di bawah $70 per barel, jauh lebih rendah daripada selama eskalasi konflik. Harga rata-rata bensin eceran di AS juga terus mengalami tren penurunan, membantu meredakan tekanan inflasi dan menurunkan biaya hidup bagi konsumen.
Namun, para ahli percaya bahwa prospek stabil pasar energi masih bergantung pada kemajuan negosiasi antara AS dan Iran. Meskipun beberapa kapal komersial telah melanjutkan transit melalui Selat Hormuz, banyak perusahaan pelayaran masih menilai wilayah tersebut penuh dengan risiko dan belum sepenuhnya kembali normal.
Dalam beberapa hari terakhir, negosiasi teknis antara AS dan Iran terus berlanjut untuk menyelesaikan perjanjian gencatan senjata, dengan fokus pada program nuklir Teheran, pencabutan beberapa sanksi, dan isu-isu keamanan regional.
Sumber: https://znews.vn/ty-le-ung-ho-tong-thong-my-tang-post1663576.html












