Ukraina dilaporkan kehabisan sistem rudal jarak jauh ATACMS, yang dipasok oleh AS, dalam persenjataannya di tengah meningkatnya dominasi Rusia di medan perang.
Associated Press, mengutip pejabat AS dan Ukraina yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa AS telah mengirimkan total sekitar 40 rudal ATACMS jarak jauh ke Ukraina. Namun, para pejabat mengatakan Ukraina telah menggunakan semua rudal ATACMS-nya pada bulan Januari.
Para pejabat Ukraina dan AS belum memberikan komentar terkait informasi tersebut.
Sistem rudal jarak jauh ATACMS milik militer AS ditembakkan dari lokasi yang tidak ditentukan di Korea Selatan pada Mei 2022.
Informasi ini muncul ketika AS melanjutkan bantuan militer ke Kyiv setelah pembicaraan dengan delegasi Ukraina di Arab Saudi pada 11 Maret. Saat ini masih belum jelas apakah AS akan terus menyediakan ATACMS ke Ukraina setelah melanjutkan bantuan militer.
Ukraina pertama kali menerima versi ATACMS yang lebih tua dan berjangkauan lebih pendek pada musim gugur tahun 2023. Pada musim semi tahun 2024, AS mulai memasok model yang lebih baik dengan jangkauan hingga 300 km. Pada saat itu, Kyiv hanya diizinkan menggunakan rudal-rudal ini untuk menyerang target di wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.
Ukraina mengkonfirmasi serangan terhadap pipa minyak dan gas yang memasok Uni Eropa, dan menuduh Hongaria ' mengancam kedaulatannya '.
Namun, pada November 2024, mantan Presiden AS Joe Biden melonggarkan pembatasan penggunaan ATACMS oleh Ukraina, memungkinkan Kyiv untuk menggunakannya guna menyerang target militer jauh di dalam wilayah Rusia. Setelah persetujuan ini, Ukraina melancarkan serangkaian serangan rudal terhadap bandara, fasilitas militer, dan pabrik senjata Rusia.
Pada Desember 2024, The New York Times juga melaporkan bahwa Ukraina hampir kehabisan pasokan ATACMS dan membatasi penggunaan senjata tersebut.
Sebelum menjabat, Presiden AS Donald Trump secara terbuka dan keras mengkritik keputusan pemerintahan Biden yang mengizinkan Ukraina melancarkan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia menggunakan senjata ATACMS. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan Ukraina untuk terus menggunakan ATACMS untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia, bahkan jika Washington mentransfer lebih banyak rudal ke Kyiv.
Sumber: https://thanhnien.vn/ukraine-het-sach-ten-lua-tam-xa-atacms-185250313171213212.htm






Komentar (0)