Kanker laring adalah salah satu jenis kanker kepala dan leher. Sel kanker biasanya muncul di jaringan laring.
Menurut American Cancer Society, sekitar 35% tumor berkembang di bagian atas laring, di atas pita suara, termasuk epiglotis. 60% berkembang di bagian tengah laring, yang berisi pita suara, juga dikenal sebagai kanker pita suara. Hanya sekitar 5% kanker yang terletak di daerah subglotis, bagian terendah dari laring.
Terkadang kanker laring tumpang tindih dengan area lain, sehingga sulit untuk menentukan lokasinya. Tumor dapat bermetastasis ke organ lain seperti kelenjar tiroid, kerongkongan, kelenjar getah bening di leher, dan bagian tubuh lainnya.
Orang yang terinfeksi human papillomavirus (HPV) dan terpapar bahan kimia memiliki risiko tinggi terkena kanker laring. Faktor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terkena penyakit ini meliputi merokok (termasuk paparan asap rokok pasif) dan konsumsi alkohol secara teratur. Risiko ini berkali-kali lebih tinggi jika seseorang merokok dan minum alkohol, dan juga dapat mengembangkan jenis kanker kepala dan leher lainnya.
Menurut American Cancer Society, pria didiagnosis menderita kanker nasofaring atau laring 4-5 kali lebih sering daripada wanita. Mereka yang berusia 65 tahun ke atas, obesitas atau kelebihan berat badan, dan mereka yang menderita penyakit refluks gastroesofageal berisiko terkena kanker. Faktor lain termasuk seringnya paparan terhadap bahan-bahan seperti debu kayu, asap cat, dan bahan kimia tertentu yang digunakan dalam industri konstruksi, tekstil, pengerjaan logam, dan minyak dan gas.
Beberapa sindrom genetik, termasuk anemia Fanconi dan gangguan keratinisasi kongenital, juga meningkatkan risiko kanker laring. Anemia Fanconi adalah kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan sumsum tulang. Ini adalah kondisi yang sangat serius, menyebabkan komplikasi seumur hidup seperti anemia, cacat lahir, dan kanker. Gangguan keratinisasi kongenital juga meningkatkan risiko kanker pada orang dengan kegagalan sumsum tulang.
Suara serak yang terus-menerus adalah gejala paling umum dari kanker laring. Siapa pun yang mengalami suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu harus menemui dokter dan menjalani pemeriksaan untuk kanker laring. Kanker ini seringkali muncul dengan gejala seperti sakit tenggorokan yang terus-menerus, kesulitan menelan, sakit telinga, benjolan di leher, sesak napas, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Penderita kanker laring sering mengalami sakit tenggorokan dan suara serak. (Gambar: Freepik)
Tergantung pada stadium tumor, pengobatan kanker laring biasanya meliputi kemoterapi, radioterapi, pembedahan, imunoterapi, dan terapi target. Pengobatan bergantung pada banyak faktor seperti stadium kanker, kebiasaan merokok, respons terhadap pengobatan, dan kesehatan secara keseluruhan. Kanker laring stadium awal yang diobati dengan radioterapi atau pembedahan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.
Rata-rata, angka harapan hidup relatif lima tahun untuk kanker laring adalah 80%. Angka ini didasarkan pada individu yang didiagnosis antara tahun 2012 dan 2018. Perawatan canggih dan obat-obatan baru kini dapat lebih meningkatkan angka harapan hidup pasien.
Kucing Mai (Menurut Very Well Health )
| Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan seputar kanker di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber






Komentar (0)