Karena rasanya yang asam, lemon seringkali tidak sepopuler buah-buahan lainnya. Namun, kandungan nutrisinya sebanding dengan buah-buahan lainnya.
Lemon kaya akan vitamin C, serat, dan senyawa tumbuhan. Komponen-komponen ini, yang memberikan rasa asam pada lemon, juga menawarkan manfaat potensial yang signifikan, mulai dari meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh dan mengurangi stres oksidatif hingga menurunkan risiko batu ginjal.
Lemon juga merupakan buah dengan indeks glikemik rendah, artinya buah ini tidak akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba.

Buah-buahan sitrus seperti lemon menawarkan banyak manfaat kesehatan (Foto: Shutterstock).
Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), satu buah lemon besar, tanpa kulitnya, mengandung sekitar 24 kalori, 7,8 g karbohidrat, 0,25 g lemak, 2,35 g serat, 0,92 g protein, 1,68 mg natrium, dan 2,1 g gula. Lemon juga mengandung 44,5 mg vitamin C, yang hampir 50% dari kebutuhan vitamin C harian tubuh.
Berikut beberapa manfaat kesehatan lemon, menurut Cleveland Clinic :
Meningkatkan kesehatan kardiovaskular
Menurut penelitian, vitamin C, yang banyak terdapat dalam lemon, mungkin memiliki efek perlindungan pada sistem kardiovaskular. Mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya vitamin C—seperti lemon, buah jeruk lainnya, dan beberapa sayuran berdaun hijau—dapat mengurangi risiko penyakit arteri koroner.
Penyakit kardiovaskular sangat umum terjadi. Kita dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular kita dengan mengonsumsi berbagai makanan utuh yang kaya nutrisi seperti lemon.
Melindungi sel dari kerusakan.
Lemon merupakan sumber antioksidan yang ampuh, yang dibutuhkan tubuh kita untuk mengurangi efek merusak dari stres oksidatif. Stres oksidatif merusak sel dan organ serta berkontribusi pada perkembangan banyak penyakit kronis, seperti Alzheimer, kanker, diabetes, penyakit jantung, dan penuaan dini.
Diet yang kaya antioksidan membantu menyeimbangkan radikal bebas berbahaya. Antioksidan yang ditemukan dalam lemon (banyak di antaranya terdapat di kulitnya) meliputi:
- Hesperidin: Antioksidan ini, yang ditemukan pada kulit dan daging buah lemon, dapat membantu memperkuat pembuluh darah dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
- Flavonoid: Senyawa ini membantu mengurangi peradangan, mendukung kesehatan kardiovaskular dan otak, dan bahkan mungkin memiliki sifat antikanker.
- Quercetin: Ditemukan di kulit buah, quercetin paling dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan kardiovaskular.
- Lutein dan zeaxanthin: Karotenoid ini dapat ditemukan dalam jus lemon. Keduanya dikenal karena perannya dalam kesehatan mata.
Mencegah batu ginjal
Batu ginjal bukanlah hal yang menyenangkan. Batu ini terbentuk di ginjal ketika mineral dan zat lain mengkristal bersama. Batu ini bisa sangat menyakitkan saat bergerak keluar dari sistem urin.
Batu ginjal yang lebih besar bahkan mungkin memerlukan pembedahan. Dan jika Anda pernah mengalami batu ginjal, kemungkinan besar Anda akan mengalaminya lagi.
Penelitian menunjukkan bahwa lemon dapat membantu mencegah batu ginjal, jenis batu yang semakin umum terjadi. Dua zat dalam lemon – asam sitrat dan vitamin C – mengubah sifat kimia urin untuk mencegah pembentukan batu.
Bahkan, ahli urologi terkadang menyebut pengobatan diet untuk batu ginjal sebagai terapi air lemon.
Mendukung penyerapan zat besi
Sebagai sumber vitamin C yang sangat baik, lemon adalah salah satu dari banyak makanan yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Zat besi sangat penting untuk memastikan darah dan jaringan menerima cukup oksigen, yang membantu meningkatkan tingkat energi dan bermanfaat bagi kesehatan organ.
Menjaga kadar zat besi yang sehat juga membantu mencegah anemia defisiensi zat besi.
Mengonsumsi banyak zat besi bukan berarti tubuh Anda akan menyerap dan memanfaatkannya sepenuhnya. Anda juga perlu meng补充 vitamin C yang cukup.
Mendukung sistem kekebalan tubuh
Vitamin C dalam lemon dapat membantu sistem kekebalan tubuh berfungsi lebih baik, terutama selama musim flu dan pilek. Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang cukup dapat mempersingkat durasi pilek dan infeksi saluran pernapasan bagian atas.
Saat sakit, Anda akan cepat kehilangan vitamin C karena vitamin ini terkonsentrasi tinggi di sel-sel kekebalan tubuh. Minum teh lemon adalah salah satu cara untuk mengisi kembali vitamin C.
Vitamin C dan antioksidan dalam lemon juga dapat meningkatkan kesehatan kekebalan tubuh Anda dengan mengurangi peradangan.
Ada banyak cara bagus untuk memasukkan lemon dan jus lemon ke dalam rutinitas harian Anda, mulai dari memulai hari dengan segelas limun yang menyegarkan hingga menambahkan lemon ke dalam smoothie buah dan saus salad atau bumbu marinasi buatan sendiri. Rasa lemon juga cocok dipadukan dengan makanan laut, pasta, dan sayuran.
Selain itu, menurut Healthline , air lemon umumnya aman untuk diminum, tetapi ada beberapa efek samping potensial yang perlu diwaspadai. Sebuah studi tahun 2015 menunjukkan bahwa asam sitrat, yang ditemukan dalam lemon dan jus lemon, dapat mengikis enamel gigi seiring waktu.
Untuk meminimalkan risiko, minumlah air lemon melalui sedotan dan bilas mulut Anda dengan air biasa setelahnya. Selain itu, buah-buahan sitrus dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan rasa terbakar di dada pada beberapa orang.
Sejauh ini belum ada efek samping yang dilaporkan terkait dengan minum segelas air lemon setiap hari.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/uong-nuoc-chanh-co-tot-khong-20251001192415105.htm






Komentar (0)