Kekalahan Chelsea 2-5 dari Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar Liga Champions memicu banyak kontroversi, terutama seputar kesalahan kiper Filip Jorgensen. Menurut mantan bek tengah Jamie Carragher, masalah penjaga gawang adalah hambatan terbesar yang mencegah klub London itu mencapai level klub-klub top.
Pertandingan di Paris berlangsung sangat seimbang, dengan Chelsea menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan menciptakan momentum yang menjanjikan. Namun, titik balik terjadi karena kesalahan individu. Jorgensen melakukan umpan berisiko tepat di luar kotak penaltinya sendiri. Bradley Barcola segera mencegat bola, menciptakan peluang bagi Vitinha untuk melepaskan tendangan lob yang indah, membawa PSG unggul.
Gol ini menyebabkan Chelsea terpuruk di sisa pertandingan, dan mereka meninggalkan lapangan dengan kekalahan telak 2-5.
![]() |
Kesalahan konyol Jorgensen menjadi titik balik yang menyebabkan kekalahan Chelsea. |
Jorgensen dipilih oleh manajer Liam Rosenior untuk menjadi starter menggantikan Robert Sanchez, yang belakangan ini banyak dikritik. Namun, penampilan kiper asal Denmark itu justru kembali memicu isu posisi penjaga gawang Chelsea.
Berbicara di CBS Sports , Carragher berkomentar: "Itu adalah pertandingan terbaik yang pernah saya lihat di Liga Champions musim ini. Chelsea tidak pantas kalah 2-5, tetapi mereka hanya bisa menyalahkan diri sendiri."
Mantan bek tengah Liverpool itu menekankan bahwa masalah penjaga gawang sudah terlalu lama ada di Chelsea. "Saya sudah mengatakan ini berkali-kali. Chelsea tidak akan melangkah jauh jika mereka tidak menyelesaikan masalah penjaga gawang," tegas Carragher.
Menurutnya, skuad Chelsea saat ini memiliki banyak pemain berkualitas dan manajer Rosenior telah memulai dengan positif. Namun, jika mereka tidak dapat menstabilkan posisi penjaga gawang, ambisi "The Blues" untuk bersaing dengan tim-tim top Eropa hanya akan tetap menjadi potensi.
Sumber: https://znews.vn/van-de-lon-cua-chelsea-post1634220.html







Komentar (0)