![]() |
Vardy tampak khawatir setelah kekalahan Leicester. |
Tatapan putus asa Vardy di tribun Stadion King Power menjadi gambaran yang menghantui setelah kekalahan Leicester 0-1 dari Swansea City. Pria yang pernah menjadi ikon perjalanan dongeng The Foxes itu hanya bisa diam-diam menyaksikan mantan timnya terpuruk lebih dalam dalam krisis.
Meskipun sudah tidak lagi berada di lapangan, Vardy masih menyaksikan setiap gerakan dengan hati yang berat. Ketika Leicester menyia-nyiakan peluang, ia memegang kepalanya karena kecewa. Ketika timnya kebobolan gol, matanya tampak kosong. Itu adalah rasa sakit seorang legenda yang telah mendedikasikan seluruh kariernya untuk klub tersebut.
Ironisnya, Leicester tampil penuh semangat di babak pertama. Patson Daka dan Ricardo Pereira berulang kali mengancam gawang lawan, tetapi kurangnya penyelesaian akhir dan ketajaman membuat semua peluang terbuang sia-sia.
Titik balik terjadi pada menit ke-53, ketika kesalahan dari tendangan bebas merugikan Leicester. Eom Ji-Sung mempercepat serangan balik sebelum memberikan assist kepada Zan Vipotnik untuk satu-satunya gol. Momen bola menyentuh jaring gawang menandai berakhirnya harapan Leicester.
Di menit-menit terakhir, King Power diselimuti suasana yang mencekam. Sorakan ejekan terdengar dari seluruh penjuru tribun. Wajah Vardy semakin kosong. Mungkin dia lebih mengerti daripada siapa pun bahwa ini benar-benar pertanda kekalahan.
Kekalahan ini membuat Leicester terperosok di posisi kedua dari bawah, tertinggal empat poin dari zona aman dengan hanya empat pertandingan tersisa. Bagi Vardy, menyaksikan tim yang pernah ia bela dengan segala sejarah kini berada di ambang kehancuran mungkin merupakan rasa sakit terbesar.
Sumber: https://znews.vn/vardy-that-than-khi-leicester-lun-bai-post1642870.html








Komentar (0)