Infeksi gusi, sakit tenggorokan, sinusitis, dan refluks asam dapat menyebabkan bau mulut, bahkan jika Anda menjaga kebersihan mulut dengan baik.
Selain kebersihan mulut yang buruk, bau mulut juga dapat disebabkan oleh mulut kering atau kondisi medis tertentu. Mengatasi kondisi-kondisi ini dapat membantu mengurangi bau mulut.
Infeksi
Infeksi seperti faringitis streptokokus dan sinusitis dapat dengan mudah menyebabkan bau mulut. Bakteri yang menyerang gusi selama gingivitis juga menyebabkan bau mulut. Radang tenggorokan terjadi ketika bakteri menginflamasi lipatan amandel, menyebabkan bau mulut. Sekresi orang dengan infeksi sinus mengandung enzim yang menyebabkan bau di rongga hidung.
Cara mengobatinya: Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), radang tenggorokan dan radang gusi memerlukan pengobatan antibiotik. Selain antibiotik untuk infeksi sinus, pengobatan rumahan seperti kompres hangat dan kebersihan hidung dapat membantu.
Refluks asam
Stres, makan terlalu cepat, mengonsumsi minuman berkarbonasi, minuman berkafein tinggi di pagi hari, atau minum alkohol di malam hari dapat menyebabkan kerongkongan melebar, sehingga asam atau isi lambung naik kembali. Kondisi ini menyebabkan rasa terbakar di dada, sendawa, dan bau tidak sedap.
Solusi: Ada banyak penyebab refluks, dan menyesuaikan kebiasaan makan dapat membantu meringankan kondisi ini. Misalnya, jika Anda minum alkohol, sebaiknya minum 3-4 jam sebelum tidur, dan hindari minum alkohol menjelang tidur. Mengonsumsi bawang dan bawang putih juga dapat dengan mudah menyebabkan refluks, jadi makanlah saat makan siang, bukan makan malam.
Bau mulut tidak sedap dan memengaruhi kehidupan seseorang. Foto: Freepik
Batu amandel
Amandel memiliki struktur yang terdiri dari banyak rongga dan terletak di antara saluran pernapasan dan pencernaan, sehingga terus-menerus bersentuhan dengan kotoran dan partikel makanan. Makanan atau serpihan kecil dapat terjebak, menyebabkan pengendapan kalsium dan pembentukan batu amandel.
Cara mengatasinya: Cara menghilangkan bau mulut dalam kasus ini adalah dengan menghilangkan batu amandel. Berkumur dengan air garam membantu menenangkan tenggorokan dan mengurangi pembentukan batu amandel. Anda dapat membeli larutan garam di apotek atau melarutkan 1/2 sendok teh garam dalam 240 ml air hangat dan berkumur sekitar 2-3 kali sehari.
Mulut kering
Menurut American Dental Association (ADA), air liur membantu membersihkan mulut, menghilangkan sisa makanan dan menetralkan asam. Jika mulut kering, bakteri penyebab bau akan berkembang biak dengan cepat. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penyakit seperti diabetes atau sindrom Sjögren (gangguan autoimun yang memengaruhi kelenjar air liur). Mulut kering juga bisa menjadi efek samping dari pengobatan.
Solusi: Minum banyak air, kunyah permen karet, dan gunakan semprotan mulut untuk meredakan mulut kering.
Kerusakan gigi
Kerusakan gigi menyebabkan bakteri anaerob berkembang biak di gigi dan di dalam mulut, sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Gejalanya meliputi rasa sakit, sensitivitas terhadap makanan manis, panas, atau dingin. Dalam kasus yang parah, nanah dapat terbentuk, menyebabkan gusi bengkak dan demam tinggi.
Solusi: Jika Anda mencurigai adanya kerusakan gigi, Anda harus membatasi konsumsi makanan manis dan mengunjungi dokter gigi untuk pemeriksaan dan perawatan.
Bao Bao (Menurut Livestrong )
| Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang penyakit pernapasan di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber







Komentar (0)