Pada tahun 1940, kaum fasis Jepang menginvasi Indochina, dan pada saat yang sama, pasukan Chiang Kai-shek sedang bersiap untuk melaksanakan rencana "pasukan Tiongkok memasuki Vietnam." Menghadapi titik balik sejarah ini, pada musim semi tahun 1941, pemimpin Nguyen Ai Quoc kembali ke tanah airnya setelah 30 tahun di pengasingan. Di Pac Bo ( Cao Bang ), ia memimpin Konferensi Komite Sentral ke-8 (Mei 1941), memutuskan untuk mendirikan Front Viet Minh dan memilih Cao Bang sebagai lokasi percontohan.
Menyadari bahwa wilayah pegunungan tersebut memiliki populasi minoritas etnis yang besar, dan bahwa propaganda lisan saja tidak cukup untuk keberhasilan revolusi, pemimpin Nguyen Ai Quoc menganjurkan penerbitan surat kabar revolusioner.
Setelah mengatasi blokade ketat musuh dan berbagai kekurangan, surat kabar tersebut diluncurkan pada tanggal 1 Agustus 1941.
Surat kabar Vietnam Independent memiliki format 2 halaman, berukuran 20x30cm, diterbitkan 3 kali sebulan dengan sirkulasi sekitar 300-400 eksemplar per terbitan. Meskipun ukurannya kompak, surat kabar ini memiliki struktur konten yang kaya, termasuk: Editorial, Berita Dalam Negeri, Berita Internasional, dan Rubrik Sastra. Aspek paling unik dari surat kabar ini adalah gaya penulisannya yang ringkas, padat, dan sederhana, disertai ilustrasi dan penggunaan bait berima yang mudah diingat. Pendekatan ini membuatnya mudah diakses dan dipahami oleh semua segmen masyarakat, bahkan mereka yang memiliki keterbatasan literasi.
Surat kabar tersebut secara langsung mengungkap kejahatan kolonialisme Prancis dan fasisme Jepang: "Kekaisaran Prancis sungguh kejam/Membuat rakyat kita tuli dan buta..." (Kemerdekaan Vietnam, edisi 101) "Para penjajah Jepang menindas penjajah Barat/Para penjajah Barat menindas sekelompok besar rakyat Vietnam" (Kemerdekaan Vietnam, edisi 102).
Untuk menghadapi musuh, surat kabar tersebut menegaskan bahwa senjata paling ampuh rakyat adalah patriotisme dan persatuan nasional. Dalam artikelnya yang terkenal "Di mana senjatanya?" (Surat Kabar Kemerdekaan Vietnam No. 120), surat kabar tersebut menganalisis secara mendalam: Persatuan lebih penting daripada senjata; persatuan adalah senjatanya. Kehendak bulat rakyat adalah prasyarat untuk menciptakan senjata guna mengusir penjajah asing.
Tidak terbatas pada satu provinsi saja, surat kabar ini dengan cepat memperluas cakupannya seiring dengan perkembangan kuat gerakan revolusioner. Mulai edisi ke-129 (21 Juni 1942), Vietnam Independence menjadi suara bersama wilayah antar-provinsi Cao Bang - Bac Kan. Pada edisi ke-187 (30 Januari 1944), surat kabar ini terus berkembang menjadi corong resmi dari tiga provinsi Cao Bang, Bac Kan, dan Lang Son .
Selain perannya dalam menganalisis peristiwa terkini dan memberikan panduan teoretis, surat kabar ini juga berfungsi sebagai panduan praktis untuk kegiatan revolusioner. Surat kabar ini secara langsung memandu organisasi dan arah operasi Viet Minh dari tingkat komune hingga provinsi, menyebarkan pengalaman dalam pekerjaan revolusioner, dan memantau secara cermat situasi politik dalam negeri.
Setelah menempuh perjalanan yang sulit namun penuh kejayaan, Surat Kabar Independen Vietnam telah sepenuhnya memenuhi misinya sebagai alat propaganda yang efektif dan tajam. Surat kabar ini tidak hanya menggugah hati masyarakat dan membangkitkan patriotisme serta cinta kasih kepada rakyat, tetapi juga secara langsung mengorganisir kekuatan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemenangan gemilang Revolusi Agustus 1945.
Sumber: https://baophapluat.vn/viet-nam-doc-lap-ngon-lua-cach-mang-tu-nhung-trang-bao.html










