![]() |
Vinicius tak kuasa menahan emosinya saat berbicara tentang neneknya. |
Menjelang pertandingan babak 32 besar melawan Jepang di Piala Dunia 2026 pada pagi hari tanggal 30 Juni, Vinicius berbagi pemikiran emosionalnya dalam siaran langsung program televisi Domingao.com Huck di AS, di mana ia tidak dapat menyembunyikan emosinya saat berbicara tentang keluarganya dan terutama neneknya, Nilza.
Striker asal Brasil itu mengungkapkan bahwa ia tumbuh dalam keadaan sulit, tinggal bersama neneknya hingga berusia 16 tahun. Kenangan masa kecil dan pengorbanan keluarganya menjadi motivasi terbesar baginya untuk mengejar mimpinya bermain sepak bola di level tertinggi.
Selama percakapan itu, Vinicius menangis tersedu-sedu setelah menerima pesan dari neneknya, yang menegaskan bahwa ia selalu menghargai setiap momen bersama keluarganya.
Selain kisah pribadinya, striker kelahiran 2000 ini juga mengungkapkan keinginan terbesarnya di Piala Dunia ini: membawa Brasil kembali ke puncak dunia setelah penantian selama 24 tahun. Ia menekankan bahwa "bintang keenam akan segera tiba," dan menegaskan bahwa generasi Brasil saat ini memiliki kombinasi pengalaman dan pemain muda, yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Dalam turnamen tahun ini, Vinicius menunjukkan performa yang mengesankan dengan 4 gol dalam 3 pertandingan, menjadi salah satu bintang paling bersinar di lini serang. Ia juga percaya bahwa kebebasan taktis dari pelatih Carlo Ancelotti membantunya memaksimalkan potensinya.
Selain berbicara tentang sepak bola, Vinicius terus menekankan perjuangan melawan rasisme, yang menurutnya "lebih penting daripada gelar juara." Dia mendukung peraturan baru FIFA untuk melindungi pemain dan berharap generasi mendatang tidak perlu mengalami pengalaman serupa.
Semangat, performa, dan emosi Vinicius menjadi pilar penting bagi Brasil menjelang tantangan yang diberikan oleh Jepang, sebuah pertandingan yang diprediksi akan berlangsung tegang saat "Selecao" memasuki babak gugur yang penuh tekanan dalam perjalanan mereka untuk meraih gelar juara dunia keenam dalam sejarah.
Sumber: https://znews.vn/vinicius-khoc-truc-tran-gap-nhat-ban-post1664203.html





























































